Virus Wannacry Menyerang Dunia

Kronologi Serangan WannaCry yang Mendunia

Serangannya tak pandang bulu. Mulai dari industri otomotif, telekomunikasi, perbankan, hingga rumah sakit menjadi korban dan dipaksa membayar tebusan

Editor: Mairi Nandarson
Avast Software
Tampilan wallpaper di komputer korban yang diganti ransomware Wanna Decryptor 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Sejarah akan mencatat, WannaCry adalah salah satu serangan cyber terbesar yang pernah terjadi di dunia. Tak kurang dari 150 negara terkena dampak ransomware yang mengunci sistem komputer ini, termasuk Indonesia.

Dibanding ransomware lain yang sebelumnya hanya menyebar secara relatif terbatas, WannaCry lebih “sakti” karena memanfaatkan toolsenjata cyber dinas intel Amerika Serikat, NSA, yang dicuri hacker dan dibocorkan di internet.

Itulah mengapa WannaCry bisa menyebar luas dalam waktu relatif singkat. Hanya dalam beberapa jam, sang program jahat mampu menginfeksi ribuan sistem komputer di puluhan negara.

Serangannya tak pandang bulu. Mulai dari industri otomotif, telekomunikasi, perbankan, hingga rumah sakit menjadi korban dan dipaksa membayar tebusan.

Seperti apa kiprahnya di seluruh dunia? Berikut kronologi singkat penyebaran WannaCry, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ABC News dan Financial Times, Senin (15/5/2017), berdasarkan waktu lokal di masing-masing negara.

Jumat, 12 Mei 2017

Pagi hari, operator telekomunikasi di Spanyol, Telefonica, menjadi salah satu organisasi besar yang melaporkan telah terkena serangan WannaCry. Tak lama kemudian, sejumlah rumah sakit dan klinik di Inggris ikut melaporkan adanya serangan serupa.

Pabrikan mobil Renault di Perancis terjangkit WannaCry dan terpaksa menghentikan produksi di beberapa pabriknya. Otoritas perkeretaapian Jerman, Deutsche Bahn, turut menjadi korban. WannaCry membuat kacau tampilan jadwal kereta di sejumlah stasiun.

Siang harinya, sejumlah rumah sakit yang tergabung dalam jaringan National Health Service (NHS) di Inggris mulai terinfeksi WannaCry. Dokter-dokter kesulitan memberi layanan medis karena ransomwaremengunci data rekam medis pasien.

Peta sebaran ransomware Wanna Decryptor yang dilansir firma keamanan MalwareTech.com.
Peta sebaran ransomware Wanna Decryptor yang dilansir firma keamanan MalwareTech.com. (MalwareTech.com)

National Cyber Security Center Inggris berupaya memulihkan sistem komputer NHS. Sementara itu, pelayanan medis untuk pasien jadi tertunda. Ambulans terpaksa dialihkan ke rumah sakit lain yang tak terdampak, sejumlah kegiatan operasi pun dibatalkan. 

Pada Jumat sore, WannaCry terdeteksi sudah mulai memasuki wilayah Indonesia. Ransomware ini menghantam Rumah Sakit Harapan Kita dan Dharmais. Ratusan server dan PC terkena dampaknya, termasuk komputer untuk antrean sehingga pasien kesulitan mengantre.

Hari Jumat itu saja, WannaCry tercatat sudah menyebar ke 74 negara dengan jumlah korban sebanyak 45.000.

Sabtu, 13 Mei 2017

Pagi hari, di Rusia tercatat ada lebih dari 1.000 kasus infeksi WannaCry. Negara ini merupakan salah satu yang paling parah terdampak.

Inggris mengumumkan ada setidaknya 45 organisasi kesehatan yang terdampak di negara itu. Data rekam medis pasien tidak ada yang dicuri, melainkan dikunci dan dimintai tebusan oleh ransomware.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved