Rizieq Shihab Tegaskan Takkan Penuhi Panggilan Polisi, Ini Alasannya

Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab menegaskan tak akan memenuhi panggilan ketiga dari Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan konten chat porno

Rizieq Shihab Tegaskan Takkan Penuhi Panggilan Polisi, Ini Alasannya
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Rizieq Shihab 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab menegaskan tak akan memenuhi panggilan ketiga dari Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan konten chat pornografi.

Kuasa hukum Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera mengatakan, Rizieq tidak hadir lantaran menilai pemanggilan dirinya tidak sesuai koridor hukum.

"Beliau mengatakan bahwa dia tidak datang dengan alasan, pertama bahwa ini bukan penegakan hukum, tapi Habib Rizieq mau dilemparkan dalam turbulensi moralitas," kata Kapitra Ampera saat memberikan keterangan pers di Tebet, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Menurut Kapitra, adanya isu mengenai penjemputan paksa terhadap Rizieq sengaja disebutkan, agar mendegradasi kredibilitas Rizieq di mata pendukungnya.

Baca: Tahun Depan Tak Semua Orang Bisa Bawa Valas Setara Rp 1 Miliar Keluar Masuk Indonesia. Ini Aturannya

Baca: Iman Sutiawan: Ini Namanya Rampok. Masyarakat Batam Bukan Sapi Perahan PLN

Baca: Protes Kenaikan TDL, 21 LSM di Batam Bersatu Tagih Janji Gubernur Kepri

Baca: Selama Mendekam di Rutan Mako Brimob, Ternyata Ini Kegiatan Rutin Ahok

"Jadi tidak lagi di situ berpedoman pada aturan hukum atau konstruksi hukum, tetapi pada kepentingan lain yang mendiskreditkan dan jatuhkan harkat martabat, sehingga yang ingin dicapai adalah hilangnya kepercayaan umat kepada beliau. Itu alasan Habib Rizieq tidak mau datang," ungkap Kapitra.

Kapitra menuturkan, Rizieq tidak mengerti surat panggilan yang dilayangkan Polda Metro Jaya kepada dirinya. Menurut Kapitra, Rizieq tidak mengerti alasan dia harus dipanggil, sementara dia tidak terkait kasus itu.

"Karena perkara itu tidak berkaitan sama sekali dengan Habib Rizieq. Perkara itu tidak ada sangkut pautnya, dan diduga perkara itu direkayasa untuk jadi sebuah perkara untuk menargetkan Habib Rizieq terlibat di dalamnya," papar Kapitra. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved