Rabu, 29 April 2026

Kenal Panda Laut? Jika Tidak Dilakukan Konservasi Spesies Ini Terancam Punah Tahun 2018

Vaquita atau juga kerap disebut sebagai panda laut justru mengalami kemerosotan populasi

Editor: Mairi Nandarson
Greenpeace
Vaquita yang terjerat jaring nelayan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Jika populasi panda terus mengalami kenaikan, kisah berbeda justru di alami oleh 'saudaranya' di laut.

Vaquita atau juga kerap disebut sebagai panda laut justru mengalami kemerosotan populasi.

Peneliti memperkirakan, kurang dari 30 individu Vaquita yang tersisa di alam liar.

Jika langkah konservasi tak dilakukan, spesies ini akan punah pada tahun 2018.

Mamalia langka itu hanya ditemukan di teluk California bagian atas. Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun, populasinya menurun drastis hingga 90 persen.

Baca: Tahukan Anda? Seks Badak Sumatera Ternyata Paling Ribet di Dunia Satwa

Baca: WOW! Kucing Ini Lebih Besar dari Anjing. Panjang Tubuhnya 1,2 Meter. Terpanjang di Dunia?

"Jika kita tidak melakukan sesuatu hari ini, Vaquita akan benar-benar punah," kata Maria Jose Villanueva, Direktur strategi dan ilmu pengetahuan WWF Meksiko seperti dikutip Science Alert Kamis, (18/6/2017).

Vaquita atau Phocoena sinus merupakan spesies yang masuk dalam kelompok paus, lumba-lumba dan pesut.

Vaquita masuk sebagai cetacea yang paling terancam punah di dunia setelah baiji atau lumba-lumba sungai cina (Lipotes vexillifer) dinyatakan punah pada tahun 2007.

Vaquita yang berarti sapi kecil dalam bahasa Spanyol memiliki ukuran tubuh rata-rata 140,6 cm untuk betina dan 134,9 cm untuk jantan.

Spesies ini pertama kali ditemukan tahun 1958. Hewan itu punya lingkaran hitam khas di sekitar mata serta bibir hitam yang melengkung. Ciri inilah yang membuat Vaquita dijuluki sebagai panda laut.

Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya.
Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya. (KOMPAS.com)

Baca: HEBAT! Remaja India Ini Ciptakan Satelit Teringan di Dunia dan Dipakai NASA

Tahun 1997, populasinya sempat meningkat menjadi 567, tetapi pada tahun 2007 jumlah menurun menjadi 150. Menurut laporan Greenpeace baru-baru ini jumlahnya turun menjadi kurang dari 30.

Penurunan populasi ini diduga terkait dengan kenaikan jumlah kapal nelayan di teluk California sepanjang tahun 1993 hingga 2007.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved