Gara-gara Menstruasi, Wanita Ini Dipecat? Begini Ceritanya

Dia kemudian mendapat pesan singkat dari Erika yang menyampaikan bahwa manajemen Hyundai memintanya untuk pulang

Editor: Mairi Nandarson
Philípe Alexander/BBC
Model Rachel Rickert 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Seorang model mengajukan tuntutan terhadap raksasa otomotif Korea, Hyundai, yang dituding telah memecatnya karena dia mengalami menstruasi.

Rachel Rickert (27) mengatakan, dia dipermalukan saat mewakili Hyundai di New York International Auto Show, April lalu.

Dia menjelaskan, saat itu dia meminta izin pergi ke toilet, tapi permintaan itu ditolak dengan alasan jam sibuk pameran.

Akibat tak diizinkan pergi ke toilet Rachel akhirnya tak bisa mengganti pembalut pada waktunya.

Rachel Rickert telah memberi tahu Erika Seifred, dari perusahan penyedia jasa model, tentang insiden yang menimpanya.

Dia kemudian mendapat pesan singkat dari Erika yang menyampaikan bahwa manajemen Hyundai memintanya untuk pulang.

Baca: Usai Menembak Sejumlah Orang di Kasino, Pelaku Lalu Bunuh Diri dengan Cara Mengerikan

Baca: YA AMPUN! Gadis Ini Rela Ditiduri Ayahnya, Agar Tidak Menikah Lagi Usai Kematian Ibunya

Model tersebut mengatakan kepada BBC bahwa dia menolak permintaan itu, dan mengatakan dia lebih suka tetap tinggal karena dia dibayar per jam.

Keesokan harinya, pada 14 April, Rachel kembali ke pameran dan bekerja seperti biasa.

Namun, ia kemudian diberitahu bahwa Hyundai tidak lagi menginginkannya di acara tersebut setelah mendengar soal insiden menstruasi itu.

"Saya benar-benar bingung," katanya kepada BBC.

"Saya benar-benar kesal. Saya menangis. Saya mengagendakan waktu saya untuk seluruh pameran itu, dan saya kehilangan kesempatan bekerja di tempat lain. Jadi saya langsung menanggapi, 'Apa? Tidak, ini tidak benar!" kata dia.

Model tersebut mengajukan laporan perlakuan diskriminasi kepada Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja AS (EEOC) terkait perlakuan manajemen Hyundai dan perusahaan Erika Seifred, Experiential Talent.

Erica Seifred mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak ingin menanggapi masalah tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved