BATAM TERKINI

Selama Mei, Sat Narkoba Ungkap Peredaran 527 Gram Sabu

Kapolres Barelang, AKBP Hengki mengatakan puluhan pelaku itu ditangkap dari pengungkapan kasus narkotika maupun psikotropika.

Selama Mei, Sat Narkoba Ungkap Peredaran 527 Gram Sabu
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Polresta Barelang menggelar ekspose penangkapan pengedar narkoba selama Mei, Selasa (6/6/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Selama bulan Mei, Sat Narkoba Polresta Barelang mengamankan 22 orang tersangka pengedar narkoba.

Adapun penangkapan ke 22 orang tersebut dilakukan di tempat yang berbeda-beda, dari 18 laporan polisi.

Kapolres Barelang, AKBP Hengki mengatakan puluhan pelaku itu ditangkap dari pengungkapan kasus narkotika maupun psikotropika.

Ia menyebutkan dari penangkapan tersebut pun ada beberapa jenis narkoba yang diamankan sebagai barang bukti. Seperti sabu-sabu, ganja, ekstasi, pil happy five. Dari 22 orang tersangka itupun, dua di antaranya merupakan wanita.

"Barang bukti yang diamankan sebanyak 527,53 gram sabu-sabu. Lalu 0,40 gram Ganja, 290 butir pil ekstasi, dan 28 butir pil happy five," ujarnya.

Selain itu, ikut diamankan barang bukti berupa pil merek LL sebanyak 826 butir, dan merek PIM sebanyak 65 butir.

Baca: Tak Perlu Surat Pemberitahuan, Pembongkaran Bangunan di Atas Parit Akan Terus Berlanjut

Baca: BREAKINGNEWS. Satpol PP Bongkar Bangunan di Atas Parit, Ini Pesan Bagi Warga Lain

Baca: Sebelum Kecelakaan, Sopir Avanza Mengaku Lihat Ini di Tengah Jalan

"‎Obat-obat jenis itu banyak ditemukan di Lubuk Baja kemarin. Beredar di toko obat yang diduga tidak ada izin edarnya. Kita menduga juga ada diedarkan di warung-warung kecil," tuturnya.

Hengki mengatakan melihat penangkapan dan peredaran narkoba selama satu bulan itu, peredaran narkoba di Batam mengkhawatirkan.

"Kita memang harus khawatir, apalagi rata-rata pengguna antara umur 20-25 tahun. ‎Presiden Jokowi juga sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa kita Perang terhadap narkoba," ucap Hengki tegas.

Selain mengamankan barang bukti berupa narkoba, juga ikut diamankan timbangan digital, plastik klip diduga untuk membungkus narkoba, dan uang hasil kejahatan. ‎Kini para tersangka dijerat dengan UU narkotika nomor 35 tahun 2009 dan UU psikotropika nomor 5 tahun 2007 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Rabu, 7 Juni 2017

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved