Kamis, 30 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Sahrul Pernah Jadi Milisi di Suriah, Diimingi Dapat Jutaan Rupiah, Ternyata Bayarannya Segini

Sahrul Munif terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Singosari, Kabupaten Malang, merupakan bekas militan di Suriah.

Tayang:
Surya Malang
Pasukan Densus 88 bersenjata lengkap, menjaga rumah terduga teroris bernama Sahrul di Malang 

Laporan Wartawan Surya, Benni Indo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGOSARI - Sahrul Munif terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Singosari, Kabupaten Malang, merupakan bekas militan di Suriah.

Ia baru pulang dari Suriah tahun 2014 lalu. Keberangkatan Sahrul ke Suriah diduga karena faktor ekonomi.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan jika Sahrul diiming-imingi uang jutaan rupiah untuk berangkat ke Suriah.

Iming-iming itu hanya bualan karena janji mendapat uang jutaan rupiah nihil.

"Dia kecewa karena ternyata hanya dapat Rp 600 ribu per bulan," terang Yade kepada wartawan di lokasi penangkapan Sahrul pada Senin (19/6/2017).

Semenjak kepulangan Sahrul ke Indonesia, polisi terus mengintai pergerakannya.

Ujungnya polisi menangkap Sahrul di dekat rumahnya di Jalan Wijaya.

Baca: Densus Tangkap Terduga Teroris di Surabaya dan Malang

Baca: Tidak Disangka, Ternyata Ini Profesi Terduga Teroris yang Ditangkap Densus

Baca: Istri Bantah Suaminya Pernah Bertempur di Suriah: Paspor Saja Dia Tak Punya

Saat berangkat ke Suriah jalur yang dilalui Sahrul adalah Malang - Surabaya - Jakarta - Turki lalu jalan ke Suriah bersama rombongan lainnya.

Sahrul merupakan jaringan Abu Jandal.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Sahrul pernah menjadi militan yang ikut bertempur bersama kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah selama satu tahun.

Sahrul hanya seorang diri pulang ke Indonesia setelah kecewa karena mendapatkan sedikit uang.

"Tiga orang temannya yang lain tewas di Suriah," papar Ujung.

Dilanjutkan Ujung, sejauh ini petugas masih mendalami lebih jauh peran Sahrul. Polisi juga tengah mendalami sejumlah bukti yang ditemukan di dalam rumahnya.

"Ada buku catatan, buku tabungan. Kami di sini hanya membackup teman-teman Densus 88," Yade menambahkan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved