Breaking News:

Asyik! Pesta Pantai Buru Jadi Agenda Tahunan Pariwisata Karimun

Asyik! Pesta Pantai Buru Jadi Agenda Tahunan Pariwisata Karimun. Begini Janji Bupati Rafiq

Penulis: | Editor:
tribunbatam/rachta yahya
Suasana pesta pantai di Pulau Buru Kabupaten Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Bupati Karimun Aunur Rafiq membuka iven pariwisata Pesta Pantai Buru 2017 yang dipusatkan di objek wisata pantai Tanjung Ambat, Kecamatan Buru, Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca: Terungkap! Obama Sewaktu di Yogya Suka Dikeloni Ibunya. Begini Penampakan Ranjang Tidurnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Heboh Serangan Maut ke Polda Sumut, Polsek di Kepri Siaga Satu. Brimob Turun Patroli!

Dalam kata sambutannya Rafiq mencanangkan iven Pesta Pantai Buru dijadikan agenda tahunan iven pariwisata Kabupaten Karimun agar pengelolaannya semakin baik ke depannya.

"Alhamdulillah ramai, pak Bupati juga terkesan, meski iven ini atas prakarsa warga sendiri. Bahkan pak Bupati mengharapkan pesta pantai Buru ini jadi agenda tahunan event pariwisata Karimun," ujar Camat Buru, Helmy kepada Tribun Batam, Rabu.

Rafiq kata Helmy juga berjanji akan memberikan bantuan pembangunan infrastruktur pendukung objek-objek wisata di pulau Buru seperti semenisasi akses jalan ke objek wisata kolam air panas bumi di Desa Tanjung Hutan dan panggung di dalam kawasan objek wisata pantai Tanjung Ambat mulai 2018 mendatang.

“Pembebasan lahan secepatnya diupayakan," terang Helmy.

Dalam kesempatan itu, Rafiq juga menyempatkan untuk melepas peserta lomba sampan layar.

Pesta pantai Buru 2017 dilansungkan selama satu hari penuh. Acara tersebut sempena memeriahkan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Menambah meriahnya acara, panitia juga menghadirkan penyanyi dangdut asal Ibukota yakni Vera KDI 3.

Pulau Buru dan Kecamatan Buru pada umumnya memang merupakan pulau bersejarah. Di sana terdapat sebuah masjid bersejarah yang dibangun semasa kerajaan Islam Melayu yang dikenal umum dengan nama Masjid Raja Abdul Ghani.

Pulau Buru dulunya juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Melayu Johor-Riau.

Selain itu juga objek wisata religi seperti makam si Badang Perkasa, Tue Pekong Tua dan makam penyiar agama Islam, objek wisata alam seperti Pantai Tanjung Ambat dan kolam pemandian air panas di Desa Tanjung Hutan serta makam sepanjang 2 meter, Badang Perkasa.

“Kami juga melaporkan ke pak Bupati bahwa pada dasarnya pariwisata di daerah kita ini kurang promosi dan edukasi bagaimana mengelola dunia pariwisata yang baik guna menarik kunjungan wisatawan," kata Helmy. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved