Minggu, 12 April 2026

Penerimaan Siswa Baru

Ada Anggota Dewan Kirim Memo ke Sekolah. Ini Alasannya

Wakil Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husein tidak menampik bahwa dirinya juga mengirim memo kepada beberapa sekolah.

Suasana pengumuman penerimaan siswa baru di SMPN 25 Batam di Tiban Indah, Kamis (6/7/2017). 

Laporan Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Banyaknya anggota DPRD menjadi tempat sandaran orangtua dan walimurid agar anaknya bisa masuk sekolah negeri, bukan hal rahasia lagi.

Wakil Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husein tidak menampik bahwa dirinya juga mengirim memo kepada beberapa sekolah.

Mulai dari tingkat SD maupun SMP, guna untuk membantu wali murid dari calon siswa baru agar bisa diterima menjadi siswa baru di sekolah negeri.

Saat di temui Tribun, Harmidi, mengatakan, orangtua calon siswa datang kepadanya meminta tolong agar anaknya bisa masuk di sekolah negeri tujuan mereka.

"Banyak yang datang kepada saya agar anaknya bisa sekolah. Ya, saya bantu, sesuai dengan kemampuan saya. Saya buatkan rekomendasi," ujar Hamidi.

Baca: TERUNGKAP! Anggota Dewan Banyak yang Dapat Titipan Calon Siswa, Ini Tanggapan Kadisdik

Baca: Kisruh Penerimaan Siswa Baru, Komisi IV DPRD dan Disdik Bertemu. Ini yang Dibahas

Baca: KEBINGUNGAN. Bagaimana Nasib 180 Calon Siswa Sekitar Sekolah yang Gagal Masuk SMPN 27 Batam?

Namun, kata Hamidi, memo tersebut bukan sebagai jaminan bahwa calon murid tersebut bisa diterima.

"Kalau masalah masuk dan tidak, itu urusan sekolah. Kalau memang sudah sesuai dengan aturan dan prosedur sekolah, setidaknya sekolah bisa mempertimbangkan," ujar Harmidi

Anggota Fraksi Gerinda itu juga menambahkan, hal-hal seperti ini tidak bisa dielakkan karena setiap anggota DPRD memiliki konstituen di daerah pemilihannya.

"Niat saya hanya membantu, tidak ada unsur lain. Yang penting anak sudah cukup umur dan nilainya masuk. Saya akan bantu. Cuma itu tadi, saya tidak menjamin bakal diterima atau tidak," tambahnya

Saat ditanyai, apakah ada unsur lain di samping membantu orangtua, Harmidi menegaskan bahwa hal itu tidak ada.

"Mati saya kalau saya ada unsur lain, apalagi kalau sampai minta-minta sesuatu.  Kebanyakan yang minta tolong itu orang susah. Kalau orang kaya, tentu mereka bisa menyekolahkan anaknya di swasta," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved