Minggu, 26 April 2026

Sebaiknya Anda Tahu

Bikin Merinding! Jasad 7 Tokoh Ini Digali Kembali Setelah Meninggal, Ini Alasannya!

Bikin Merinding! Jasad 7 Tokoh Ini Digali Kembali Setelah Meninggal, Ini Alasannya!

Wikimedia Commons
Salvador Dali (kiri) dan Evita Peron (kanan) 

Sheppard meninggal pada tahun 1970. Tujuh tahun kemudian, anaknya meminta penggalian kembali jasad Sheppard untuk memecahkan kebenaran. Akhirnya, terungkap bahwa DNA Sheppard tidak sesuai dengan darah dari tempat kejadian.

Tersangka justru terarah pada Richard Eberling, mantan pembersih jendela yang kemudian dihukum karena membunuh seorang wanita tua yang tidak berhubungan dengan kasus tersebut. Eberling tidak berbulu lebat, tetapi diketahui memakai rambut palsu.

Kasus ini sangat penting dalam peningkatan penggunaan sampel DNA yang tersimpan untuk memecahkan pembunuhan yang telah lama terjadi.

Misteri Evita

Beberapa orang terkenal menjadi lebih terkenal setelah meninggal. Hal ini terjadi pada Eva Peron atau Evita Peron, wanita pertama Argentina yang ikonik, yang meninggal karena kanker pada tahun 1952 di usia 33 tahun.

Jasad Peron yang sudah dibalsem dengan rapi itu dirontgen, kemudian disembunyikan dan dipindahkan selama 20 tahun sebagai bagian dari pertempuran politik yang kontroversial. Setelah bertahun-tahun di Italia, tubuhnya digali dan dibawa kembali ke Argentina. Jasad tersebut akhirnya terbaring di bawah tiga lempeng baja di Buenos Aires.

Penguburan itu masih menimbulkan pertanyaan mengenai Evita. Pada tahun 2012, seorang ahli bedah saraf dan ahli lainnya menerbitkan sebuah laporan. Laporan tersebut berdasarkan pada foto-foto rontgen tua yang menunjukkan bahwa Peron mungkin telah dilobotomi sebelum kematiannya.

Lobotomi, yang memotong koneksi ke korteks prefrontal otak, terkadang dilakukan untuk mengobati gangguan jiwa atau mengatasi penderitaan ekstrim bagi orang yang sekarat. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Peron dilobotomi adalah dengan membujuknya. Sayangnya, hal itu tidak akan pernah bisa terjadi.

Gorila dalam Kabut

Uji forensik lebih dari sekedar pengungkap kasus kriminal, tetapi juga digunakan sebagai sumber pembelajaran mengenai alam.

Beberapa hewan paling terkenal yang digali untuk tujuan ini adalah gorila yang dipelajari oleh Penjelajah National Geographic, Dian Fossey, pada tahun 1970an. Fossey meneliti kera selama 18 tahun di Rwanda dan dibunuh di sana pada tahun 1985, setelah secara aktif mempertahankan wilayah tersebut melawan para pemburu.

Kini, beberapa gorila yang ia amati telah ditemukan untuk dipelajari lebih lanjut. Dikombinasikan dengan data Fossey dan catatan rinci para ilmuwan lainnya, kerangka tersebut memberikan pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bagaimana perubahan lingkungan atau kelompok sosial mempengaruhi kesehatan dan perkembangan gorila. (National GeographicIndonesia)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jasad 7 Tokoh Ini Digali Kembali Setelah Meninggal, Ini Alasannya

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved