Hangout

Menikmati Agrowisata Jambu Biji di Marina City

Selain bisa berwisata menikmati kebun yang rindang, para pengunjung juga sekaligus belajar memahami tanaman jambu batu.

TRIBUNBATAM/ANDRIANI

SESEKALI piknik anti-mainstream asyik juga ya guys! Piknik ke tempat yang jarang-jarang didatangi orang.
Kalau ke pantai, taman, gunung, dan kolam renang kan sudah biasa, sesekali berwisata ke kebun jambu, pastinya akan memberikan pengalaman yang berbeda.

Nah, biar piknik-nya anti-mainstream, kamu-kamu bisa piknik ke perkebunan alias agrowisata ke Kebun Jambu yang ada di Marina City, Tanjungriau, Batam.

Selain bisa berwisata menikmati kebun yang rindang, para pengunjung juga sekaligus belajar memahami tanaman jambu batu.

Jambu batu ini sangat bermanfaat bagi tubuh terutama sebagai sumber protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah atau hemoglobin.

Selama di kebun, pengunjung bisa menikmati jambu batu dengan memetik sendiri di pohonnya. Hasil petikan memang tidak gratis, melainkan harus dibayar terlebih dahulu sebelum dimakan.

Baca: Face Painting, Ubah Wajah Jadi Karakter Impian

"Setelah jambu yang dipetik, ditimbang. Kemudian ya bisa dinikmati jambunya,”kata, pengelola Agrowisata Jambu Marina.

Di sini, para pengunjung juga bisa memanfaatkan pondok-pondok yang tersedia untuk duduk bersantai ditemani semiliran angin di antara pohon-pohon yang hijau dan rindang.

Pondok-pondok ini juga terdapat di sekitar kolam yang ada di dalam kebun.

Selain dipenuhi pohon jambu, ada beberaa binatang yang bisa dilihat seperti monyet, biawak, dan kambing. Pengunjung tentu saja bisa berfoto selama berada di kebun jambu batu tersebut.

Kebun ini berada di atas tanah seluas 2.6 hektare. Ada sekitar 1500 pohon jambu biji di dalamnya. Untuk memanen jambu biji, memang tidak setiap saat karena masa buah tanaman ini sekitar 2-3 bulan sekali. (ani)

Berbagi Ilmu Perkebunan

AGROWISATA jambu Marini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011 lalu. Awalnya, lokasi ini ditanami tanaman palawija seperti sayuran. Dikarenakan struktur tanah yang tidak cocok untuk palawija, maka digantilah dengan kebun jambu batu. Bibit jambu di kebun ini berasal dari Semarang.

"Buah-buahan jarang di Batam, justru banyak didatangkan dari luar. Kebun jambu biji diharapkan akan membantu masyarakat sekitar dan masyarakat Batam pada umumnya untuk lebih merasakan hasil tanaman dari Batam sendiri tanpa harus didatangkan dari luar batam,"kata Mustofa.

Selain dijadikan tempat wisata, produksi jambu biji dari kebun ini juga dipasarkan di beberapa pasar di Batam. Mustofa mengungkapkan, rumah sakit di Batam juga datang untuk membeli jambu biji sebagai obat pasien DBD.

Halaman 1/2
Tags
agrowisata
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved