Senin, 11 Mei 2026

BINTAN TERKINI

124 Nasabah Bank BRI Tertipu. Begini Modus Patgulipat Kredit KUR di Bintan

Sebagian korban adalah warga pulau di sekitar Kijang. Dari informasi Reskrim Polres Bintan, jumlah korban mencapai 124 orang.

Tayang:
Kantor Bank BRI di Kijang, Bintan 

Laporan Aminuddin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kasus dugaan korupsi dana kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 1,3 miliar oleh mantan oknum karyawan di Bank BRI unit Kijang, Kecamatan Bintan Timur, masih ditangani polisi.

Sebagian korban adalah warga pulau di sekitar Kijang. Dari informasi Reskrim Polres Bintan, jumlah korban mencapai 124 orang.

Dugaan penyelewengan dana kredit usaha usaha rakyat (KUR) ini telah lama tercium, namun melapornya ke polisi sendiri-sendiri.

Barulah pada pertengahan Juni 2017 atau bulan puasa lalu, sejumlah korbannya dipanggil ramai ramai di Kantor Polsek Bintan Timur untuk dimintai keterangan perihal kredit yang mereka terima.

Nilai kucuran KUR per debitur bervariasi, ada Rp 5 juta, Rp 12 juta bahkan Rp 20 juta.

Seperti apa sebenarnya kasus kucuran dana kredit yang menyeret nama bank pelat merah ini?

Menurut cerita seorang korban berinisial Em (40), ia menerima KUR untuk usaha furniture di Kijang, Bintan Timur.

Pada Maret 2017, Em bertemu seseorang yang menawarkan modal usaha melalui KUR di Bank BRI.

Orang tersebut mengaku bertugas sebagai perantara antara nasabah KUR dengan EY, karyawan bank khusus kredit.

"Orang itu datang ke tempat usaha saya. Dia bilang sama saya, ‘Bang, pinjamin KTP-lah, ada modal ni, Abang mau nggak ikut? KUR namanya. Abang isi saja formulir ini’,” kata Em menirukan pembicaraannya dengan pria tersebut.

Usai memberikan formulir, si calo lantas meminta BPKB kendaraan Em sebagai jaminan, namun Em tak punya.

Orang itu memberikan kemudahan, meminjam BPKP pihak lain sebagai jaminan.

Nanti, pemilik BPKB asli akan mendapatkan bantuan pinjaman juga.

"Kalau abang tak ada BPKB, gampang saja bang. Ada orang yang mau pinjamkan BPKB, tapi dengan catatan, nanti kalau dana KUR cair, duitnya bagi dua,” begitu pria itu bilang pada Em.

Baca: BREAKING NEWS. Karyawan Bank BRI Kijang Korupsi Dana KUR. Nilainya Fantastis

Em bingung, namun pria itu mengatakan bahwa nanti orang itu juga mendapat kredit seperti dirinya.

EM pun tertarik mendapatkan kucuran modal KUR. Apalagi pinjaman yang dia minta tak besar, Rp 5 juta saja.

Beberapa hari kemudian, sang calo datang membawa duit sebesar Rp 17 juta. Em kaget, kok jadi Rp 17 juta, padahal perjanjian awal hanya Rp 5 juta.

"Dia nawarin Rp 17 juta. Rupanya dibagi dua sama yang punya BPKB. Aku dapat Rp 5 juta, Rp 12 juta buat yang punya BPKB. Aku pastikan dulu, aku tanya, ‘Awak berani nggak jamin yang punya BPKB itu melunasi kewajibannya?” Dia bilang, pasti berani karena BPKB-nya ada di bank,” cerita Em.

Em mulai merasa ada yang tak beres dari sistem KUR yang ditawarkan karena kredit sebesar Rp 12 juta untuk pemilik BPKB itu ternyata hanya dicarikan Rp 10 juta saja.

Rupanya, Rp 2 juta itu masuk kantong si calo atas jasanya mencari nasabah KUR BRI.

"Rupanya mereka ada kesepakatan berdua, si pencari nasabah sama si ibu di Bank BRI itu (EY). Namun aku tak ikut campur. Yang penting aku cuma pinjam Rp 5 juta saja dan itu akan kulunasi," kata Em.

Dua bulan berjalan, EM rutin membayar cicilan kredit ke Bank BRI Unit Kijang.

Pada bulan ke tiga dan empat, Em tidak lagi membayar ke bank langsung karena perantara kredit tersebut kemudian bersedia membantu.

Em percaya saja karena ada bukti setoran Bank BRI.

Pekan kedua memasuki bulan kelima, tiba-tiba petugas dari Bank BRI datang ke tempat usaha Em.

Dia mempertanyakan tunggakan iuran dua bulan yang belum disetor.

Rentu saja Em kaget karena ia rutin menyicil Rp 780 ribu per bulannya. "Dua bulan aku bayar ke bank langsung. Dua bulannya lagi aku titip sama si petugas yang ngasih aku pinjaman," kata Em.

Namun petugas bank tetap ngotot harus membayar tunggakan kredit.

Kepada Em, petugas meberitahu kalau EY sudah dipecat dari BRI Kijang. Jadi, duit setoran bulanan yang dititipkan tidak masuk kas bank.

Dan ternyata, korban KUR ini tak hanya Em, tetapi ada seratusan lebih nasabah lagi dan nilainya mencapai Rp 1,3 miliar.

Angka sebesar it muncul setelah penyidik Polres Bintan menelusuri kasus itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved