Pemerintah Pangkas Subsidi Rumah Murah, Apa Kata BTN?

Untuk mengantisipasi pembiayaan rumah murah, BTN tahun ini akan mencari alternatif pendanaan baik berupa dana pihak ketiga (DPK) maupun non DPK

KONTAN
Rumah murah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sudah memiliki beberapa strategi guna menyiasati pemotongan anggaran rumah subsidi dalam APBN.

Sebagai hasilnya, tahun ini BTN hanya menyalurkan program subsidi dengan mekanisme subsidi selisih bunga (SSB).

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan memastikan perubahan penyaluran KPR subsidi yang kini hanya menggunakan skema SSB ini, tidak akan berpengaruh ke konsumer dan pengembang

"Yang mungkin berdampak adalah ke BTN, namun kami akan terus melakukan mitigasi risiko," ujar Iman belum lama ini.

Baca: Lagi Bingung Pilih Game? Coba Moto GP 17 Atau Tekken 7

Baca: Tak Perlu Takut Jika Tak Bisa Nyetir, Buktikan Keberanianmu Bermain Go-kart!

Baca: Tak Ada Uang Lembur, Ini Strategi Dinas Pendidikan Hindarkan Guru Kerja Seharian

Untuk mengantisipasi pembiayaan rumah murah, BTN tahun ini akan mencari alternatif pendanaan baik berupa dana pihak ketiga (DPK) maupun non DPK. Diharapkan tahun ini BTN bisa mendapatkan tambahan pendanaan Rp 9 triliun untuk pembiayaan rumah murah ini.

Sebagai gambaran, saat ini BTN mempunyai pangsa pasar KPR subsidi sebesar 96,5 %. Dengan menggunakan skema SSB dalam pembiayaan KPR, pemerintah tidak perlu menyediakan dana sebesar Rp 9,7 triliun untuk pembiayaan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan).

Sampai akhir 2017, BTN menargetkan bisa membiayai KPR subsidi dengan skema SSB sebesar 225.000 unit. (*)

*Berita ini juga tayang di Kontan.co.id dengan judul : Strategi BTN siasati anggaran rumah murah

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved