Mengejutkan! Militer Amerika Keluarkan Triliunan untuk Beli Viagra, Setara Pembelian 2-3 Jet Tempur!

Mengejutkan! Militer Amerika Keluarkan Dana Triliunan untuk Beli Viagra, Setara Pembelian 2-3 Jet Tempur!

Mengejutkan! Militer Amerika Keluarkan Triliunan untuk Beli Viagra, Setara Pembelian 2-3 Jet Tempur!
shutterstock
Ilustrasi 

Badan ini menganggarkan 84,2 juta dollar pada tahun tersebut, namun koran ini juga mengatakan bahwa sejak 2014 dana yang dikeluarkan untuk mengatasi gangguan ereksi -misalnya membeli pil Viagra, Cialis, dan obat lain- mencapai 294 dollar atau hampir Rp 4 triliun.

Jumlah tersebut cukup untuk membeli beberapa jet tempur.

Data tahun 2014 menunjukkan, militer mengeluarkan 1,18 juta resep, sebagian besar adalah untuk pembelian Viagra. Tapi untuk apa?

Benar bahwa pengobatan gangguan ereksi ini diperuntukkan untuk personel militer aktif, tapi sebagian besar sebenarnya diperuntukkan ke kelompok-kelompok lain yang berhak memakai dana militer, termasuk di antaranya adalah pensiunan tentara dan keluarga mereka.

Diperkirakan sekitar 10 juta orang secara keseluruhan mendapat jaminan kesehatan dari Kementerian Pertahanan, yang anggarannya mencapai 52 juta dollar pada 2012.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa gangguan ereksi biasa terjadi terhadap orang-orang lanjut usia, yang ikut menjelaskan mengapa anggaran biaya medis untuk pensiunan tentara sangat besar.

Menurut Military Times, obat gangguan ereksi untuk tentara yang masih aktif kurang dari 10 persen, namun jumlahnya terus meningkat sejak perang di Irak dan Afganistan.

Kajian yang dilakukan badan kesehatan militer, Armed Forces Health Surveillance Branch (AFHSB), pada 2014 menemukan, terdapat 100.248 kasus gangguan ereksi yang dialami tentara aktif pada periode 2004-2013, sekitar setengahnya disebabkan oleh faktor psikologis.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine pada 2015 memperlihatkan veteran laki-laki dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) – kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa mengerikan atau tragis – memiliki kemungkinan untuk mengalami gangguan ereksi atau masalah seksual dibandingkan pensiunan sipil.

Namun sejumlah kalangan meminta agar data ini dibaca dengan hati-hati karena gangguan ereksi juga terkait dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved