Andakah Dermawan Yang Meringankan Penderita Pak Suardi? Potret Sedih Keluarga Bintan!

Andakah Dermawan Yang Meringankan Penderita Pak Suardi? Potret Sedih Keluarga Bintan!

Andakah Dermawan Yang Meringankan Penderita Pak Suardi? Potret Sedih Keluarga Bintan!
tribunbatam/aminnudin
Suardi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Suardi, warga Kecamatan Toapaya, di RT 01 RW 02 lebih banyak tergolek lemah di rumah tinggal smeentara yang sederhana. Ayah dua anak itu telah lama menderita penyakit yang membuatnya tubuhnya yang kurus makin kering. Tonjolan tulang tulangnya nyaris terlihat diantara kulitnya yang keriput dan wajahnya yang tiris. Selama sakit, dua anaknya rajin merawatnya.

Baca: Kuliah di Universitas Indonesia, Inilak Kakak Kelas Yang Bikin Najwa Shihab Klepek-klepek!

Baca: Mengenaskan! Sudah Bayar Ratusan Juta, 40 JCH Gagal Berangkat Haji Lewat Sri Lanka!

Baca: Hasil Visum Dokter Usus Yoga Membiru, Polisi Simpulkan Korban Meninggal Bunuh Diri

Baca: Heboh Kapolsek Sekolahkan Anak Pakai Surat Miskin, Ombudsman Tuding Ini Biang Keroknya!

Anak sulung Suardi berusia belasan, saat ini duduk di bangku SMK. Tidak lama lagi dia akan menjalani ujian nasional. Anak kedua, Sheila duduku di bangku SMP. Ditengah kesehatan sang ayah yang memburuk, mereka tetap terlihat tegar.

Mislir, istri Suardi menyampaikan, harapan saat ini adalah menyaksikan sang suami kembali pulih seperti sediakala. Ketiadaan biaya pengobatan membuat Suardi harus mendapat perawatan ala keluarga. Dan selama Suardi sakit, keluarga harus mengirit pengeluaran termasuk mengirit makan sehari hari.

Air mata Mislir berkali kali jatuh manakalah mengingat kembali masa masa melewati bahtera rumah tangga bersama suami. Raut kesedihan nampak jelas terpancar di rona matanya

"Kami memulai dengan mengontrak. Karena uang kurang, kami harus rela meninggalkan kontrakan, apa boleh buat, rezeki mungkin belum ada, semoga yang kuasa kelak memberikan jalan terbaik, biar bisa bersama sama menghidupi keluarga,"ujar Mislir.

Keluar dari kamar kontrakan, bersama dua buah hati, Mislir menumpang di rumah tetangga yang sudih berbaik hati memberi tumpangan. Di tengah kondisi sakit parah sang Suami, pemasukan keluarga nyaris terhenti. Tak ada cara lain selain mengirit pengeluaran. Bahkan sampai rela menahan lapar.

Suardi adalah potret keluarga miskin di Bintan yang dihadapkan dengan sekelumit kekurangan dan tantangan berat akibat ketiadaan biaya pengobatan. Dibutuhkan uluran tangan dan kesediaan para dermawan yang berbaik hati mau membantu. Kepala keluarga untuk dua anak itu perlu pulih sehingga bisa menghidupi keluarga seperti keluarga lainnya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved