INSPIRATIF! Kisah Pemuda Miskin yang Sukses Jadi Menteri Gara-gara Dilarang Minum Air
Keahliannya itu tidak membuat ia tidak dihargai di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan manajemen Amerika Serikat
BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan perminyakan di Arab Saudi ini selalu menerima hardikan dan hinaan dari teman-teman tempat ia bekerja.
Suatu hari ia merasa kehausan dan bergegas mencari air untuk melegakan tenggorokannya.
Akhirnya ia menemukan air dan segera dimasukkannya ke dalam gelas.
Ketika hendak diminum, dan belum sampai air itu masuk ke mulutnya, ia berhenti karena mendengar suara sesorang.
"Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur".
Baca: Zoya Dibakar Karena Amplifier. Penyiram Bensin Ditangkap! Ternyata Ini 3 Peran Mengerikan Pelaku
Baca: BIKIN KETAWA! Bingung Disuruh Nulis Sajak. Puisi Siswa Ini Malah Viral di Medsos
Baca: Pemain Baru Ini Debut Jadi Kapten. Sayang, AC Milan Kalah Lawan Tim Spanyol Ini
Baca: Pria yang Dibakar Massa Sempat Cium Kaki Marbot Musala dan Berujar Maafkan Saya Pak Ustazz
Ternyata itu adalah suara dari seorang insinyur Amerika Serikat yang bekerja di perusahaan tersebut.
Pemuda itu terdiam dan kembali menahan hausnya, karena ia tahu kalau dia hanyalah anak miskin yang hanya lulusan SD.
Ia lulusan Tahfidz Quran, namun keahliannya itu tidak membuat ia tidak dihargai di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan manajemen Amerika Serikat.
Kata-kata yang diucapkan seorang Insinyur Amerika Serikat itu selalu terngiang di kepalanya.
Hingga ia bertanya pada dirinya sendiri: Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur hingga tidak bisa minum air tersebut? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?
Kata-kata tersebut ternyata menjadi spirit baginya untuk bangkit dan memiliki tekat yang kuat untuk menjadi seorang insinyur seperti mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pekerja-perminyakan_20170810_081521.jpg)