Heboh Jual Beli Data Nasabah
Anda Suka Belanja Pakai Kartu Debit? Waspadai Kasir Gesek Kartu Dua Kali. Ini Bahayanya!
Anda Suka Belanja Pakai Kartu Debit? Waspadai Kasir Gesek Kartu Dua Kali. Ini Bahayanya!
BATAM. TRIBUNNEWS.COM-PT Bank Mandiri Tbk menyatakan kebocoran data nasabah bisa sebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi.
Baca: Inilah 4 Fakta Penangkapan Rampok Sadis di Bengkong, Nomor 2 Bak Duel Film Laga!
Baca: Jangan Rendah Diri Bergaji 3 Juta! Inilah 5 Resep Hebat Bebas Utang Dengan Gaji Pas-pasan!
Baca: Terungkap! Inilah Alasan Sebenarnya Ponsel Tidak Boleh Dipakai di Pesawat dan Pom Bensin!
Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!
Baca: Inilah Aksi Heroik Ilham, Anak Pesantren Penangkap Rampok Bengkong. Dia Tangkap Sendirian!
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas mengatakan, adanya isu kebocoran data nasabah membuat perbankan disorot karena disebut-sebut sebagai pihak yang melakukan kebocoran data nasabah.
"Kami (bank) dan nasabah sebagai korban. Data ini pasti disebutnya dari bank karena yang punya data ini adalah bank," ujar Rohan saat Media Training di Lombok, Jumat (25/8/2017).
Menurutnya, saat ini ada beberapa perilaku masyarakat yang bisa menyebabkan data nasabah bocor ke publik. "Kalau konsumen sering berbelanja ke mal atau toko modern, membayar pakai kartu debit atau kartu kredit,
kan biasanya swap (gesek) ke mesin EDC, itu normal tidak apa karena sudah ada peraturan dan etikanya terprotek secara sistem," jelas Rohan.
Namun yang bisa menyebabkan kebocoran data adalah dilakukannya swap kedua setelah mesin EDC.
"Tapi setelah itu, si kasir biasanya gesek lagi di keyboard komputer atau mesin cash register, nah itu tidak boleh. Jangan mau, karena itu merekam data nasabah di komputer atau hardisk PC mereka," papar Rohan.
Menurutnya, dengan proses tersebut, maka data nasabah sudah terekam tersendirinya dan tersimpan dalam hardisk atau komputer.
"Kalau komputer atau hardisk dikasihkan ke temannya misal, terus di download, ya dapat itu semua data konsumen. Magnetiknya membaca data itu," ungkapnya.
Dengan itu, pihaknya, berharap agar regulator agar melakukan sosialisasi maupun edukasi terhadap konsumen mengenai pentingnya data nasabah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/transaksi-online_20170828_124901.jpg)