Selasa, 14 April 2026

HEBOH! Remaja 14 Tahun Digilir oleh Seperlima Penduduk Desa Selama Berbulan-bulan

Polisi kemudian langsung melakukan investigasi. Hasilnya, seperti dilaporkan media Thailand, The Nation, kasus itu ternyata bukan isu.

The Nation
Rumah tempat keluarga korban perkosaan satu kampung di Desa Ban Koh Raed, Provinsi Phang Nga, Thailand. 

Menurut pengakuan sang anak, gadis itu pertama kali diperkosa oleh seorang penyerang yang membawanya secara paksa ke sebuah gubuk.

Di gubuk itu ia kemudian dibius dan diperkosa oleh banyak pelaku.

Namun, pada waktu berikutnya, melihat gadis ini sendirian di rumah, para pelaku datang sendiri ke rumah tersebut secara bergantian.

Chanon Abdullah yang bekerja untuk Muslim for Peace Foundation di Phuket mengatakan bahwa jumlah pemerkosa didasarkan pada kesaksian korban.

"Dia sekarang sangat rapuh secara emosional. Dia merasakan sakit kapan pun dia harus menjawab tentang apa yang terjadi dan menceritakan cobaan beratnya," kata Chanon.

Dia menambahkan bahwa yayasannya telah membantu korban dan keluarganya sejak bulan Juni 2017.

Korban yang saat ini sangat trauma tinggal dengan adik laki-lakinya, ibu dan ayah tirinya.

Setelah ibunya melaporkan kasus ini ke polisi, pejabat Kementerian Sosial dan Keamanan Manusia kemudian memindahkan keluarga tersebut ke luar desa.

Gadis itu saat ini dalam penanganan serius dari sebuah tim khusus dari berbagai unsur.

Kasus ini terlah menimbulkan guncangan psikis di desa tersebut.

Pemerintah Provinsi Phang Nga didampingi oleh jaksa dan kepala distrik Takua Thung juga telah mengunjungi Ban Koh Raed untuk memberikan konseling sosial dan memfasilitasi penyelidikan.

Dr Hataichonnanee Booncharoen, direktur Southern Institute of Child and Adolescent Mental Health, mengatakan bahwa para pejabat telah melakukan pemeriksaan kondisi psikologis warga desa.

"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia," katanya. "Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri."

Seorang pria berusia 57 tahun mengaku bahwa dia termasuk di antara delapan tersangka baru yang disebutkan dalam skandal tersebut. Namun  dirinya membantah tuduhan tersebut.

Saya tidak pernah melakukannya, bahkan menempelkan tangan saya padanya," katanya.

Tuduhan tersebut membuat dirinya tertekan saat ini karena selama ini dirinya selalu membantu keluarga korban.

Juru bicara kepolisian Korintus Krissana Pattanacharoen mengatakan bahwa polisi sedang dalam proses untuk mendapatkan surat perintah penangkapan bagi tersangka lain.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved