Gregetan? Dikelilingi Laut, Ekspor Perikanan Kepri Masih Rendah. BPS: Ini Datanya!
Gregetan? Dikelilingi Laut, Ekspor Perikanan Kepri Masih Rendah. BPS: Ini Datanya!
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Ekspor hasil tangkapan laut dari Provinsi Kepri masih tergolong rendah. Padahal potensi yang ada sangat berlimpah. Karena sebagian besar wilayah Kepri juga berupa lautan.
Baca: Ekonomi Kepri Jeblok, BPS Blak-blakan Kritik Pemprov Kepri: Kurang Lincah Genjot APBD!
Baca: Bikin Merinding! Detik-detik Jelang Eksekusi: Permintaan Terakhir Terpidana Mati Bikin Kuduk Berdiri
Baca: Ngeri! Cemburu Istri Reuni SMA Ketemu Mantan Pacar, Pria Ini Bacok Istri Hingga Bersimbah Darah!
Baca: Beredar Tulisan Biodata Kasino Warkop Semasa Hidup, Isinya Bikin Gemas dan Ngakak!
Baca: Mengejutkan! Dulu Jual Jagung Keliling, Lalu Jadi Artis Kaya Raya, Kini Lepas Acara Berhonor Rp 1 M
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menjelaskan hingga Agustus 2017 nilai ekspor ikan dan udang baru menyentuh angka 14 juta US dolar. Sedangkan pada 2016 lalu, ekspor ikan dan udang mencapai 22 juta US dolar.
"Sekarang tersisa empat bulan (di 2017). Selama delapan bulan cuma 14 juta US dolar. Bisa atau tidak kita melampaui capaian 2016 sebesar 22 juta US dolar.
Kalau 22 juta US dolar ini yang kerja baru nelayan ini. Jadi harapan kita meningkat lagi," kata Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar saat menyampikan rilis di Kantor BPS Kepri Jalan A. Yani Tanjungpinang, Jumat (15/9).
Terlebih, dari kurun waktu 6 tahun terakhir, masa keemasan ekspor ikan dan udang di Kepri berada pada tahun 2015 sebanyak 69 juta US dolar. Untuk kembali mencapai angka tersebut di 2017 sangat sulit.
Hal ini menjadi ironi tersendiri bagi Kepri. Padahal Menteri Kelautan dan Perikanan sudah berulang kali melakukan penenggelaman kapal pencuri ikan.
Seharusnya jumlah tangkapan nelayan meningkat dan nilai ekspor hasil laut tersebut juga meningkat. Oleh karena itu, hal tersebut perlu menjadi perhatian lembaga atau stakeholder terkait.
"Untuk tujuan ekspor ikan ini Singapura menjadi tujuan utama ekspor terbesar. Kemudian menempati posisi dua Hongkong, kemudian Malaysia dan Jepang," katanya.
Adapaun, ikan laut segar menempati posisi teratas yang diekspor sebanyak 76,37 persen pada 2016 kemudian pada 2017 sampai Agustus sebesar 61,62 persen, kemudian disusul
Kerapu sebanyak 12,47 persen pada 2016 dan 17.49 persen di 2017, Ikan Salmon meningkat dari 0,36 persen pada 2016 menjadi 7,05 persen pada 2017 sampai Agustus,
Kepiting Hidup sebesar 2,57 persen pada 2016 dan meningkat menjadi 3,76 pada 2017 sampai Agustus, Sirip Ikan Hiu sebanyak 2,25 persen pada 2016 dan sampai saat ini di 2017 meningkat menjadi 2,56 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-bps-kepri_20170915_161553.jpg)