Mellennial

Belajar Membatik Sendiri Yuk, Gampang Kok!

Secara umum, batik bisa dihasilkan dengan dua cara yaitu dengan dicap atau ditulis. Keduanya punya daya tarik masing-masing.

TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

PENGAKUAN batik sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia oleh dunia internasional melalui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak 2 Oktober 2009 lalu, pastinya perlu dilestarikan para Mellennials.

Sejak pengakuan UNESCO tersebut, setiap daerah di Indonesia berlomba-lomba mengeluarkan koleksi batik khas masing-masing daerah, termasuk Kepri. Daerah ini telah menetapkan Batik Gonggong sebagai salah satu kekhasan budaya Kepri.

Bagi generasi muda, membudayakan batik tidaklah sulit. Cara yang paling mudah adalah dengan mengenakannya setiap saat baik untuk aktivitas sehari-hari maupun pada momen-momen istimewa.

Cara lainnya, tentu saja dengan belajar membatik. Pantauan Tribun, keterampilan membatik tidaklah begitu sulit.

Asalkan punya kemauan pasti bisa melakukannya. Alangkah lebih bagusnya lagi, kemauan tersebut didukung oleh bakat-bakat seni membatik.

Secara umum, batik bisa dihasilkan dengan dua cara yaitu dengan dicap atau ditulis. Untuk membuat batik cap, prosesnya lebih mudah, bisa dengan cap manual maupaun dengan mesin.

Proses yang agak sulit adalah batik tulis karena dilakukan secara manual yakni dengan menggambar motif dan mewarnainya dengan kedua tangan. Saat membatik ini, diperlukan keterampilan tangan dan imajinasi akan motif-motif yang hendak dibuat.

"Batik tulis itu limited edition karena apa yang sudah dibentuk pada kain tidak dapat diulang seperti itu lagi. Ini dibentuk berdasarkan kreatifitas yang melukisnya. Selain itu harus memikirkan warna yang sesuai pula," kata Suratno, perajin batik dari SR Batik di Tiban Lama, Batam, Minggu (18/9/2017).

Untuk membatik tulis, diperlukan alat utama yakni kain polos, canting sebagai alat lukis, malam atau lilin warna untuk melukis, wajan sebagai wadah malam, dan kompor untuk memanaskan malam.

Sebelum membatik, kain polos perlu digambar terlebih dahulu. Untuk batik Kepri, jangan lupa menyelipkan objek gonggong dan biota laut lainnya pada gambar tersebut.

Setelah digambar, kemudian panaskan malam, dan membatikpun bisa dimulai dengan menggunakan canting.

"Membuat batik dengan cara ditulis itu bebas berkreasi, tidak ada ukuran atau batasan, karena seni itu tidak batasnya. Untuk motif, ada yang abstrak, satu kain satu corak,” kata Sri Wardaningsih, perajin lain dari Batik SR.

Saat ini, selain batik cap dan batik tulis, ada pula baik kontemporer yaitu gabungan antara batik cap dan tulis. Untuk membedakan batik cap dan batik tulis bisa dilakukan dengan cara melihat melihat kain, dimana hasil batik tulis tidak tembus hingga ke bagian dalam kain sedangkan batik cap tembus hingga ke dalamnya.

Untuk kain, ada beberapa yang bisa digunakan di antaranya primisima dan kereta kencana. Sementara untuk canting, juga ada beberapa tipe sesuai kebutuhan. Seperti canting motif, canting isian untuk membuat titik, dan canting dua lubang.

Khusus untuk Batik Kepri, selain berciri khas gonggong dan biota laut, juga menggunakan gradasi warna yang nyetrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved