Bikin Merinding! Setelah 7 Pawang Beri Sajen Kopi Hitam Ini, 2 Mayat Korban Buaya Menyembul Begini!

Bikin Merinding! Setelah 7 Pawang Beri Sajen Kopi Hitam Ini, 2 Mayat Korban Buaya Menyembul Begini!

Tribun Pekanbaru
Ilustrasi. Proses evakuasi petani yang diterkam buaya di Rokan Hulu, Riau 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Minggu (17/9/2019) malam, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Supriyanto (39), warga Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) yang diterkam buaya di sungai TB, depan jety BRE.

Baca: Heboh! Chat Intim dan Mesra Bocor, Netizen Ngakak Baca Pengakuan Anang Begini!

Baca: Mengejutkan! Putri Presiden Jokowi Nikah November, Kahiyang Blak-blakan Ini Lokasi Bulan Madunya!

Baca: Heboh! Selingkuh Dengan Brondong, Ibu Muda Cantik Ini Hanya Handukan Saat Digerebek Suami!

Baca: Kesal Dengan Artis Inikah? Mulan Jameela Curhat Pakai Bahasa Sunda. Ungkap Fakta Menghebohkan Ini

Baca: Bikin Merinding! Detik-detik Jelang Eksekusi: Permintaan Terakhir Terpidana Mati Bikin Kuduk Berdiri

Jenazah Supriyanto ditemukan secara tak sengaja. Semua aktivitas pencarian sudah akan dihentikan.

Para pawang buaya yang didatangkan sudah meninggalkan lokasi.

Awalnya, Supriyanto diketahui adalah seorang pawang buaya.

Sabtu (16/9/2017) ia datang untuk membantu pencarian Arjuna (16) yang diterkam buaya sehari sebelumnya.

Sayangnya, tak lama setelah Supriyanto masuk ke air, ia juga diterkam buaya.

Diketahui, saat itu Supriyanto hanya mengenakan celana pendek warna hitam dan langsung menceburkan diri ke sungai.

Ia menenggelamkan kepalanya ke dalam sungai. Kemudian ia mencoba berenang.

Saat itu, ia melakukan ritual di dalam air dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada untuk memanggil buaya yang menerkam korban.

Dua menit di dalam air, ia terlibat pergumulan dengan seekor buaya di dalam air. Malangnya, tubuh pawang itu ditarik ke dalam air dan tak muncul lagi di permukaan air.

Warga pun heboh. Lantaran sang pawang buaya justru jadi korban buaya.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dua korban buaya ini.

Minggu (17/9/2017) dini hari, tubuh Arjuna ditemukan.

Tubuh korban ditemukan mengambang sekitar 5-6 meter dari lokasi kejadian, sekitar pukul 00.45 Wita, Minggu (17/9) dini hari.

Saat ditemukan, tubuh korban terlihat masih utuh, namun terdapat beberapa luka robek di kaki kanan korban, dan mulut, serta beberapa bagian kulit korban telah mengelupas.

Bukan hanya tim SAR gabungan, tujuh orang pawang buaya pun dilibatkan dalam pencarian ini.

Total, hingga hari ketiga pencarian, sudah tujuh pawang yang didatangkan dari Balikpapan, Kutai Lama, dan daerah sekitar.

Salah satu "orang pintar" yang turut dalam pencarian korban, Aji Mansyah (47), asal Balikpapan menjelaskan, terkait penyerangan beruntun buaya kepada manusia.

Dia menilai, buaya tidak akan melakukan penyerangan, jika tidak terganggu.

Gangguan itu pun beragam, mulai dari yang langsung dilakukan manusia, maupun hal hal yang berbau mistis.

"Biasanya ada yang ganggu, buaya tidak akan menyerang kalau tidak mendapat gangguan," ucap pria yang selalu membawa mandau itu, Minggu (17/9/2017).

Lalu, kenapa buaya melakukan penyerangan keembali kepada manusia, padahal baru sehari buaya menyerang di tempat yang sama.

Menurutnya, hal itu lebih disebabkan karena korban (Supriyanto) menantang buaya untuk mendatanginya.

"Masing-masing orang yang memiliki kemampuan, punya cara yang berbeda dalam penerapannya, mungkin cara yang dilakukan korban tidak disukai," tuturnya.

"Dan, dari pengalaman yang lalu lalu, pawang buaya itu tidak turun ke air, di atas saja," tambahnya.

Dia menjelaskan, metode yang digunakanya yakni dengan berdoa, serta menyiapkan sesajen, berupa tujuh buah telur, bunga dan kopi hitam.

Terbukti, tubuh Arjuna (16), korban pertama terkaman buaya dapat ditemukan, Minggu (17/9/2017) dini hari.

"Selain bahan bahan itu, saya juga melakukan sayatan sebanyak tujuh kali ke air. Kita tidak janji, tapi kami mencoba menolong keluarga korban," ucapnya.

Lanjut dia menjelaskan, dalam kasus ini, tubuh korban biasanya muncul paling cepat dua hari dan paling lama bisa sampai seminggu.

Dia pun tidak dapat memastikan, tubuh korban utuh atau tidak saat ditemukan.

"Mudah mudahan seperti korban pertama, tubuhnya ditemukan utuh, karena biasanya juga tubuh korban sudah tidak utuh, dan ditemukan terpisah," tuturnya. (Tribun Kaltim)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved