Mellennial

Belajar Kelompok, Seru Bisa Saling Transfer Ilmu

Belajar kelompok merupakan model pembelajaran dimana peserta didik belajar bekerja sama dengan 2 orang atau lebih untuk membahas materi pelajaran.

TRIBUNBATAM/ANDRIANI

SEJAK pertengahan September sampai Oktober nanti, dunia pendidikan di Indonesia, mulai dari SD sampai perguruan tinggi, tengah disibukkan dengan kegiatan ujian mid semester.

Agar sukses menyelesaikan soal-soal ujian dan mendapatkan nilai yang memuaskan, belajar keras dan cerdas tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Ngomongin soal belajar, metodenya bisa dilakukan sendiri dan berkelompok. Kali ini, Rubrik Mellennial bakal menghadirkan ulasan keutamaan belajar kelompok.

Belajar kelompok merupakan sebuah model pembelajaran dimana peserta didik belajar bekerja sama dengan dua orang atau lebih (sebuah kelompok) untuk membahas suatu materi pelajaran.

Metode belajar kelompok ini tentu saja bisa dilakukan untuk semua mata pelajaran atau mata kuliah, termasuk sejarah.

Soal media yang digunakan sebagai sumber informasi saat belajar kelompok juga bisa meragam, mulai dari buku sampai media yang tersedia di dunia maya.

Beberapa media yang bisa diakses adalah media massa online, youtube, sampai media sosial.

"Adanya pemutaran film tentang perjuangan pahlawan, misalnya, bisa didapat dari internet, media sosial, youtube dan liannya. Buku-buku pelajaran juga mengajarkan tentang sejarah agar generasi muda tahu apa yang terjadi pada zaman dahulu," kata Desma Yulia, M.Pd, Kepala Prodi Pendidikan Sejarah di Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Kamis (28/9).

Saat kamu-kamu belajar kelompok tentu saja akan terjadi interaksi dan berdiskusi. Ketika itulah bisa terjadi proses transfer ilmu yang melibatkan lebih dari satu orang.

Jika satu anggota kelompok tidak tahu tentang suatu persoalan mata pelajaran yang dipelajari, bisa langsung menanyakan ke anggota kelompok lainnya. Biasanya dengan cara begitu, jawaban yang didapat bisa lebih cepat karena dikerjakan bersama-sama.

Namun harus diingat, belajar kelompok hanyalah di saat persiapan menghadapi ujian dan bukan di saat ujian. Sebab, ujian wajib dikerjakan secara mandiri guna mengukur kemampuan masing-masing individu terhadap materi pelajaran yang sudah didapat.

Ingat ya guys, manfaatkan belajar kelompok untuk benar-benar membahas pelajaran maupun mengerjakan pekerjaan rumah yang dibebankan sekolah dan kampus.

Jangan menjadikan waktu belajar kelompok sebagai ajang ngerumpi, pacaran, apalagi sampai melakukan perbuatan yang asusila.

Kamu-kamu bisa memilih tempat yang asyik untuk belajar kelompok supaya tidak jenuh, misalnya di taman, kafe, maupun rumah. (*)

Manfaat Belajar Kelompok

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved