Selasa, 5 Mei 2026

Pamitan Mancing, Penarik Pompong ke Pulau Penyengat Ditemukan Meninggal di Pompongnya!

Pamitan Mancing, Penarik Pompong ke Penyengat Ditemukan Meninggal di Pompongnya!

Tayang:
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Aras (42) pria ini tewas mengapung di dalam kapal pompong miliknya. Pria yang keseharianya sebagai penambang kapal tujuan Pulau penyengat ini telah dua hari tidak pulang dari dalam rumah. Istri korban yang curiga melaporkan ke petugas Satpolair Polres Tanjungpinang.

Baca: Heboh Rahasia Tusuk Konde Bu Tien Soeharto! Benarkah Pilot TNI AU Kena Tampar Paspampres Gegara Ini?

Baca: Istri Balik ke Bandung, Begini Cara Engku Emran Merayu Bella! Balasannya Bikin Ngakak!

Menanggapi laporan tersebut petugas langsung melakukan pencarian terhadap korban. Ditemukan kapal korban yang tengah bertambat di tepi pantai Pinang Marina Rimba Jaya Tanjungpinang Barat. Saat petugas manaiki kapal speed boat itu, korban dalam kondisi terlentang dan tidak bernyawa.

Kasat Polair Polres Tanjungpinang Iptu Firudin menuturkan bahwa korban saat itu langsung dievakuasi oleh tim identifikasi polres Tanjungpinang ke RSUD kota Tanjungpinang sekira pukul 11.30 WIB, Senin (2/10/2017).

Baca: Heboh! Inilah Skandal Pramugari: Layani Penumpang Begituan di Ketinggian, Segini Tarifnya!

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

"Berdasarkan laporan yang kita terima kita langsung lakukan pencarian. Korban saat kita temukan sudah meninggal. Langsung dievakuasi‎ ke RSUD," ujar Firudin melalui sambungan telefon.

Kasat Reksrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan korban langsung dilakukan proses visum. Hasil visum jenazah, Dwi begitu akrab disapa menuturkan bahwa korban diduga mengalami riwayat penyakit.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Dwi.

Saat ditanya adanya luka seperti lebam dan bekas darah kering di bagian wajah dan mulut korban. Kasat Reskrim menuturkan kondisi korban yang telah meninggal beberapa dapat memunculkan luka menyerupai lebam.

"Kita kan harus cek dulu hasil visum‎. Korban telah beberapa hari meninggal. Kondisi itu juga membusuk. Pembusukanya juga bermacam-macam," ujarnya.

Korban sendiri dugaan sementara oleh Polisi lantaran sakit yang dideritanya. Hal itu berdasarkan hasil visum yang diterima oleh pihak kepolisian. Karena korban telah beberapa hari meninggal, hal itu menyebabkan pembusukan.

Keluarga korban bernama Leni ditemui di kamar Jenazah RSUD kota Tanjungpinang mengatakan korban sejak hari Sabtu (30/9/2017). Leni mengatakan korban awalnya pamitan memancing. Namun korban tak kunjung pulang ke rumahnya di kampung Bugis, RT 1 RW 2 Tanjungpinang Kota.

"Pergi pamitan mancing. Dia tidak ada mengeluh sakit sebelumnya. Keluarga pun sempat kaget karena tak ada dia mengalami sakit-sakit apa dan tiba-tiba meninggal," kata Leni adik ipar korban.

Anggota keluarga lain pun tak mencurigai luka tersebut akibat adanya kekerasan. ‎Adanya luka lebam di bagian wajah juga tidak dicurigai sebagai luka kekerasan. "Tidak ada itu. Kita sudah rela. Tak apa-apa," kata kerabat dekatnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved