Rabu, 15 April 2026

Aneh, Usai Diimunisasi MR, Bocah 2,5 Tahun Ini Lumpuh. Ini Penuturan Ibunya

Setelah imunisasi tidak apa-apa. Biasa saja seperti sebelum imunisasi. Masih bisa main. Tapi lima hari kemudian, anak saya jadi lumpuh

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kinanti Engelika (2,5) masih terbaring di tempat tidur ruang ICU RSUD dr Slamet, Garu. Bocah malang itu mengalami kelumpuhan tak lama setelah mendapat imunisasi Measles Rubella (MR). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Kinanti Engelika (2,5) saat ini terbaring di tempat tidur ruang ICU RSUD dr Slamet, Garut.

Hampir dua minggu, Kinanti Engelika menjalani perawatan di RSUD tersebut.

Bocah malang itu mengalami kelumpuhan tak lama setelah mendapat imunisasi Measles Rubella (MR).

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak atau measles dan rubella atau disebut juga campak Jerman.

Belum diketahui pasti, apakah lumpuhnya Kinanti Engelika ada hubungannya dengan imunisasi MR yang dijalaninya atau tidak.

Namun, kata Ai Lisna (32), ibu Kinanti Engelika, anaknya lumpuh setelah menjalani imunisasi MR.

"Diimunisasinya di Posyandu dekat rumah. Setelah imunisasi tidak apa-apa. Jatuh biasa saja sebelum imunisasi, biasa anak-anak jalan. Masih bisa main. Tapi lima hari kemudian, anak saya jadi lumpuh," ujar warga Kampung Kondangsari, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut itu kepada Tribun Jabar di ruang ICU RSUD, Rabu (11/10/2017).

Kinanti Engelika, bungsu dari tiga bersaudara, itu mendapat imunisasi pada 13 September. Saat diimunisasi, menurut Ai, Kinanti dalam keadaan baik-naik saja.

Karena itu, sekalipun kelumpuhan Kinanti lima hari setelah diimunisasi sangat menakutkan sekaligus membingungkannya, Ai tak pernah menyangka bahwa kondisi itu akan berlangsung lama.

Ketika mengetahui anaknya tak bisa bergerak, kata Ai, ia segera membawa ke Puskesmas Cibatu. Di puskesmas, Kinanti sempat mendapat perawatan selama beberapa hari.

"Tapi puskesmasnya enggak sanggup. Lalu dirujuk ke RSUD. Anak saya mulai dirawat sejak tanggal 2 (Oktober) sampai sekarang," ucapnya.

Selama dirawat, kata Ai, ia belum mengetahui penyebab pasti kelumpuhan anaknya. Keluarga sempat meminta agar Kinanti Engelika dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

"Tapi kemarin sempat ditahan dulu sama dokter di sini. Soalnya masih bisa ditangani. Di RSHS-nya juga penuh katanya," ujarnya.

Kemarin Ai juga telah bertemu dengan Dinas Kesehatan Garut dan perwakilan RSUD dr Slamet.

Hasilnya, Kinanti Engelika tetap akan mendapat perawatan di RSUD dr Slamet, terlebih karena kondisi kritis Kinanti Engelika sudah terlalui.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved