Kamis, 4 Juni 2026

Motion

Persatuan Sepak Bola Jurnalis Kepri, Jaring Pemain Potensial Lewat Kompetisi

Beberapa jurnalis yang hobi dan peduli terhadap sepak bola pun tergerak untuk membuat perkumpulan.

Tayang:
ISTIMEWA

MEMBERI kontribusi langsung dalam memajukan dunia persepakbolaan di Ibukota Provinsi Kepri. Semangat itulah yang mengantarkan terbentuknya Persatuan Sepak Bola Jurnalis Kepri (PSJK). Wadah para jurnalis yang hobi dan peduli terhadap sepak bola ini dibentuk 2013.

Berangkat dari keprihatinan pada dunia sepak bola kala itu, beberapa jurnalis yang hobi dan peduli terhadap sepak bola pun tergerak untuk membuat perkumpulan.

Tak butuh waktu lama, hanya dengan berdiskusi di warung sambil menikmati secangkir kopi, nama PSJK pun disepakati, oleh belasan jurnalis kala itu, untuk menjadi nama perkumpulan.

Jailani, ketua PSJK menjelaskan, dibentuknya persatuan tersebut sebagai wadah merangkul para jurnalis yang hobi dan peduli terhadap perkembangan sepak bola untuk bersama-sama berkontribusi memajukan sepak bola di Provinsi Kepri.

"Di tengah kesibukan sebagai jurnalis kita juga berkontribusi langsung dalam memajukan sepak bola di Kepri ini," katanya.

Awalnya, anggota PSJK hanya belasan, tapi sekarang sudah puluhan jurnalis. Untuk menunjukkan eksistensi dan memberikan kontribusi pada kemajuan sepak bola, berbagai kegiatan pun sudah dilaksanakan PSJK.

Di antaranya turnamen futsal antar Partai Politik yang dilaksanakan 2014, kemudian kejuaraan atau tournamen sepak bola memperebutkan piala jurnalis atau Jurnalis CUP 2017.

Baca: Berbagi Ilmu dan Berkreasi Bersama Menghasilkan Bonsai Indah

Baca: Di Anambas, Pramuka Miliki Berbagai Kegiatan Menarik. Apa Saja?

"Dari even atau turnamen yang kita laksanakan ini sekaligus untuk pembinaan dan menyaring pemain-pemain potensial. Ini juga sebagai wadah para atlet sepak bola untuk mengembangkan bakat sepak bolanya," kata Jailani. (*)

Berhasil Juarai Sejumlah Kompetisi

UNTUK memperluas aktifitas komunitas ini, pengurus PSJK berinisiatif membentuk klub sepak bola. Alhasil dibentuklah PS Jurnalis sebagai club.

Meskipun masih berusia muda, namun berbagai kegiatan pun sudah diikuti PS Jurnalis. Sepak terjangnya pun sudah tidak diragukan lagi. Bahkan sudah termasuk tim yang diperhitungkan. Beberapa tropi pun sudah berhasil diboyong.

Di antaranya juara III Karya Muda Cup di Kota Tanjungpinang 2014, kemudian juara IV Teluk Bakau Cup, Kabupaten Bintan tahun 2015 dan terakhir PSJK mampu memboyong juara II pada turnamen yang dilaksanakan Persatuan Sepak Bola Teluk Keriting.

"Ini tentu prestasi membanggakan bagi kami. Meskipun kami masih "belia" namun PS Jurnalis mempu menunjukkan prestasinya," kata Sutana pengurus PSJK. (*)

Ingin Membentuk Sekolah Sepak Bola

ABAS, satu diantara inisiator pembentukan PSJK menyatakan pembentukan PSJK bukan berdasar ambisi untuk eksis semata.

Namun lebih kepada semangat untuk ikut berkontribusi memikirkan kemajuan sepak bola, baik melalui gagasan maupun aksi nyata.

Di tengah kesibukannya sebagai jurnalis, dia masih menyempatkan diri untuk berkontribusi langsung dalam memajukan dunia persepakbolaan.

Khususnya di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri ini. Melalui wadah PSJK keinginan tersebut dia wujudkan.

"Kita sempat prihatin dengan kondisi sepakbola di Kota Tanjungpinang. Makanya kita berinisiatif membentuk wadah PSJK. Karena waktu itu hampir tak ada iven sepak bola," katanya.

Menurutnya, selain menjadi wadah silaturahmi, PSJK juga menjadi wadah untuk berdiskusi, dan bertukar pikiran serta gagasan untuk kemajuan sepak bola.

Bahkan saat ini, club PS Jurnalis sudah menjadi tim yang kuat dan termasuk tim yang diperhitungkan. Oleh karena itu ke depan, menurutnya, perlu pengambangan.

"Kita terus berpikir bagaimana PSJK menjadi pelopor dalam pengembangan dunia sepak bola. Bagaimana ke depan kita ada pembinaan rutin untuk bibit atlet berbakat. Kita berkeinginan membuat Sekolah Sepak Bola," katanya.

Kepada pemerintah daerah dia juga berharap agar bisa membangun fasilitas sarana dan prasarana olahraga sepak bola yang memadai. Karena saat ini sarana prasarana tersebut masih minim.

"Kemudian Pemda juga harus membuat banyak even. Karena sarananya ada tak ada evennya juga tak sama saja. Karena pembinaan dan penjaringan bisa dilakukan melalui even yang dilaksanakan," katanya.

Dia juga meminta PSSI untuk bergerak melakukan pendataan atlet sepak bola Kota Tanjungpinang. Karena sampai saat banyak atlet sepak bola berbakat tapi tidak terdata dengan baik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved