Sebelum Dibuang ke Laut, Mak Bunga Sempat Dengar Tangis Bayi Sebentar. Begini Kronologinya
Saat ditanyakan kondisi bayi saat hendak dia lempar ke laut, Mak Bunga terdiam. Dia tak sanggup mengutarakannya. Suaranya mulai bergetar.
Laporan Aminuddin, Bintan
TRIBUNBATAM, id, BINTAN - Kartini alias Mak Bunga (43), warga Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang menangis.
Dia mengaku terpaksa membuang bayinya yang baru berusia beberapa jam karena tak kuat menanggung rasa malu dan aib.
"Ibu rasa sakit dan malu sama tetangga. Itu adalah aib ibu sendiri," kata Mak Bunga.
Dia mengaku, selama ini tak tahu anaknya hamil.
Barulah pada Senin, pukul 00.00, saat bidan kampung dipanggil periksa SB (17), yang sedang menahan sakit perut di ranjang, diketahui telah hamil.
"Baru malam itu saya tahu. Selama ini tak ada tanda tanda perutnya membesar layaknya orang hamil. Perutnya itu lurus saja seperti biasa,"kata dia.
Baca: BREAKINGNEWS. Baru Lahir, Bayi Ini Dibuang Neneknya ke Laut di Bintan. Alasannya: Malu!
Baca: BREAKINGNEWS. Baru Sehari Hirup Udara Bebas, Mantan Wakil Bupati Natuna Imalko Meninggal
Baca: Kepala Rutan Kaget Imalko Meninggal Tiba-tiba, Selama Ini Imalko Hanya Pernah Sakit Ini
Mak Bunga mengakui, dialah yang menangani semua proses persalinan saat anaknya hendak melahirkan.
Posisi sang bidan hanya diminta tolong mengecek kondisi anaknya yang sakit.
Saat ditanyakan kondisi bayi saat hendak dia lempar ke laut, Mak Bunga terdiam.
Dia tak sanggup mengutarakannya. Suaranya mulai bergetar.
"Dia (bayi) masih sempat bersuara hanya sebentar," kata dia dengan nada tertahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rekonstruksi-pembuangan-bayi-di-bintan-timur_20171121_144333.jpg)