Promotor MotoGP Lebih Memilih Indonesia dan Tolak Proposal dari Potugal

Sayang proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh promotor MotoGP, Dorna. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia

MOTOGP.COM
Para pebalap MotoGP berpose dalam sesi konferensi pers jelang GP Australia di Sirkuit Phillip Island, Kamis (19/10/2017). 

TRIBUNBATAM.id - Setelah musim depan akan menggelar 19 seri balapan berkat penambahan GP Thailand, kejuaraan MotoGP dikabarkan akan menambah satu seri lagi pada musim 2019.

Itu berarti akan ada 20 seri balapan MotoGP dalam satu musim, jumlah yang sama dengan ajang F1 saat ini.

Slot terakhir sendiri sudah dipastikan akan menjadi milik Finlandia setelah kesepakatan antara pengelola Sirkuit KymiRing dengan Dorna pada pertengahan tahun ini.

Baca: Timnas Sampai di Aceh, Egy Maulana Vikri Langsung Jatuh Cinta

Baca: ASTAGA. Seorang Ibu Dihabisi Anaknya Sendiri dengan Cangkul Gegara Tak Dikasi Uang

Baca: Panglima TNI Kirim Tim untuk Selidiki Pria yang Tewas di Pos TNI di Maluku Utara

Akan tetapi masalah keuangan membuat persiapan Finlandia dalam menggelar balapan motor terpopuler itu mengalami kendala.

Seperti dikutip BolaSport.com dari Speedweek, baru-baru ini operator Sirkuit Algerve, Portimao, Portugal mengajukan diri untuk menggantikan posisi Finlandia di kalender musim 2019.

Sayang proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh promotor MotoGP, Dorna.

"Tidak ada kesempatan bagi Portimao," ujar CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, seperti dikutip BolaSport.com dari Speedweek.

Setidaknya ada beberapa alasan lain kenapa proposal GP Portugal tidak diterima oleh MotoGP.

Pertama, sudah terlalu banyak seri balapan yang berlangsung di Eropa bagian Selatan.

Baca: Kunci Kemenangan Proyek E-KTP Adalah Irman, Setya Novanto dan Adik Gamawan Fauzi

Empat seri balapan di Spanyol (Jerez, Catalunya, Aragon, Valensia) dan dua seri di Italia (Mugello, Misano) membuat kawasan tersebut menguasai sepertiga dari kalender balap MotoGP.

Kedua, pengelola Sirkuit Algerve beberapa kali mengalami kesulitan dalam membayar biaya penyelenggaraan balapan.

Saat ini Algerve menjadi salah satu host kejuaraan World Superbike yang juga dikelola oleh Dorna.

Tentu dengan biaya penyelenggaraan yang lebih besar di MotoGP, pihak Dorna sedikit cemas dengan kualitas balapan nantinya.

Desain Sirkuit MotoGP di Palembang
Desain Sirkuit MotoGP di Palembang ()

Baca: Kebakaran Gudang Springbed Batuaji, Warga Mendengar Ledakan

Sedangkan yang terakhir, seri balapan tambahan sebenarnya bukan merupakan hal yang wajib karena beberapa pebalap telah mengeluh andai seri balapan terlalu banyak.

Meski begitu andai seri tambahan tetap dimasukkan, pihak Dorna dikabarkan lebih memprioritaskan Indonesia untuk menggantikan Finlandia.

Pasar industri motor yang besar di Asia Tenggara membuat Indonesia menjadi kandidat terpilih oleh sponsor dan tim pabrikan.

Baca: Aksi Demian Aditya Makan Korban, Stuntman Pengganti Luka Berat Jatuh dari Ketinggian

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengajukan proposal ke Dorna bersamaan dengan pembangungan sirkuit baru di kawasan Jakabaring, Palembang.

Sirkuit yang didesain oleh arsitek ternama, Hermann Tilke, itu ditargetkan akan selesai dibangun pada tahun 2019. (*)

Artikel ini diterbitkan juga oleh Bolasport.com dengan judul: Gara-gara Indonesia, Proposal MotoGP Portugal Ditolak Mentah-mentah oleh Dorna

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved