Breaking News:

Setelah Pidato Blunder Soal Yerusalem, Kim Jong-un Punya Julukan Baru untuk Donald Trump

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang dalam beberapa bulan terakhir juga terlibat dalam provokasi panas dengan Trump juga angkat suara.

Penulis: Alfian Zainal | Editor: Alfian Zainal

TRIBUNBATAM.id, PYONGYANG - Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman dari seluruh dunia terkait pidatonya tenyang Yerusalem, Rabu lalu.

Trump, secara mengejutkan, mengungkapkan dukungannya atas Israel yang ingin memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan Trump tersebut dianggap memicu bom sehingga Israel dan Palestina yang sedang merintis babak baru jalan perdamaian, kembali buyar.

Sejak pidato itu, eskalasi bentrokan di perbatasan Israel dan Palestina langsung meningkat.

Bahkan, pesawat tempur Israel mulai membombardir Kota Gaza, basis militer Hamas.

Pernyataan Donald Trump tersebut juga dikecam oleh banyak negara seluruh dunia karena dinilai sebagai inskonsistensi AS oleh keputusan sebelumnya.

Banyak negara menilai bahwa kebijakan luar negeri Donald Trump sangat buruk dan hanya mengandalkan retorika yang tidak dipikirkan implikasinya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang dalam beberapa bulan terakhir juga terlibat dalam provokasi panas dengan Trump juga angkat suara.

Donald Trump pernah mengejek Kim dengan menyebutnya "Little Rocket Man" dan "anak anjing yang sakit".

Kini, Kim membalas, menyebutkan presiden berusia 71 tahun itu seorang "dotard", yang berarti orang tua yang pikun dan bahkan bisa digolongkan sebagai kegilaan masa tua.

"Mengingat fakta bahwa dotard secara mental adalah mempertontonkan kegilaan secara terbuka. Menyerukan penghancuran total sebuah negara berdaulat di PBB. Tindakan ini tidak terlalu mengejutkan untuk seorang seperti dia," kata Kim seperti dilansir Kantor Berita KCNA.

"AS akan dimintai pertanggungjawaban atas segala konsekuensi dari tindakan jahat dan sakit jiwa seorang pemimpinnya.”

Korea Utara pada hari Sabtu merilis foto-foto Kim di puncak puncak tertinggi negara itu, Mount Paektu yang memiliki ketinggian 2.750 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung itu berbatasan dengan China.

Kim melakukan itu sebagai ungkapan kegembiraan setelah ujicoba nuklir antarbenuanya sukses pada pekan lalu.

KCNA mengatakan bahwa pemimpin muda mereka digambarkan berjalan-jalan di puncak yang tertutup salju, mengenakan mantel hitam yang berat, topi bulu dan kulit berlapis kulit.
“Pemimpin kami telah mendaki gunung revolusi yang agung,” kata media itu.

Gunung Paektu dianggap sebagai tempat suci dalam cerita rakyat Korea dan memainkan peran sentral dalam propaganda keluarga Kim.

Ayahnya, Kim Jong-Il, lahir di lerengnya pada tahun 1942, meskipun sejarawan independen mengatakan bahwa dia sebenarnya lahir di Uni Soviet, saat ayahnya sendiri berada di pengasingan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved