Selasa, 28 April 2026

AMERIKA GEGER! Polisi Sembrono Dibebaskan Hakim, Video Detik-detik Penembakan Jadi Viral

Kasus itu menjadi luar biasa karena video kasus penembakan tersebut kemudian beredar, beberapa menit setelah putusan hakim, Kamis (7/12/2017).

screengrab/Huffington Post

TRIBUNBATAM.id, ARIZONA - Seorang mantan polisi Arizona, minggu ini, dibebaskan oleh hakim dari tuduhan pembunuhan terhadap seorang pria di sebuah hotel.

Kasus itu menjadi luar biasa karena video kasus penembakan tersebut kemudian beredar, beberapa menit setelah putusan hakim, Kamis (7/12/2017).

Amerika pun langsung heboh atas video tersebut dan mengecam pengadilan.

Video itu dengan jelas memperlihatkan detik-detik peristiwa penembakan itu di lorong sebuah hotel bernama La Quinta Inn & Suites, Arizona, 18 januari 2016.

Pada video berdurasi hampir lima menit tersebut menggambarkan petugas polisi bernama Mesa "Mitch" Brailsford menembak Daeniel Shaver (26).

Seorang polisi dapat terdengar memberikan perintah kepada Shaver di lorong hotel.

"Jika Anda membuat kesalahan, ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa ... Anda akan tertembak," kata seorang petugas, "Saya tidak di sini untuk bersikap taktis atau diplomatis dengan Anda."

Brailsford dan beberapa perwira lainnya berada di hotel yang menyelidiki sebuah laporan tentang seseorang yang melihat sebuah pistol keluar dari jendela lantai lima hotel tersebut.

Di persidangn kemudian diketahui, alat yang diduga pistol itu ternyata adalah alat cukur.

Seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Hufftington Post, Sabtu (9/12/2017), video tentang penembakan tersebut beredar bebewrapa menit setelah putusan hakim.

Saat polisi menyerbu kamarnya, Shaver kemudian diminta ke luar kamar.

Pria itu pun menurut dan berlutut di lantai lorong tersebut.

Ayah dua anak yang sudah menikah dari Granbury, Texas ini , bisa terdengar menangis dan tampak bingung dengan beberapa perintah petugas.

Di video tersebut, Shaver memohon berkali-kali, "Tolong jangan tembak saya,"

Ia kemudian diperintahkan untuk merangkak ke arah petugas.

Saat dia beringsut maju, Shaver meraih ke ikat pinggangnya.

Gerakan tersebut mendorong Brailsford untuk menembakkan senapan AR-15-nya sebanyak lima kali, dan langsung membuat pria itu tersungkur dan tewas.

Mantan polisi tersebut mengatakan di persidangan bahwa dia mencurigai Shaver sedang meraih sebuah senjata.

Namun,. seorang detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut kemudian mengatakan bahwa tampaknya Shaver mencoba menarik celananya.

Tidak ada senjata yang ditemukan di tubuh Shaver.

Penyidik menemukan dua senapan pelet di kamar hotelnya. Tetapi, senapan tersebut dilaporkan terkait dengan pekerjaannya sebagai pengendali hama.

Pihak berwenang kemudian mengetahui bahwa dia berada di hotel dalam sebuah perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dua bulan setelah penembakan tersebut, Brailsford dikeluarkan dari kepolisian karena melanggar prosedur di departemen kepolisian.

Jaksa kemudian membawa kasus ini ke pengadilan dan menuduhnya melakukan pembunuhan tingkat 2 dan pembunuhan sembrono.

Namun, hakim Maricopa County menyatakan Brailsford tidak bersalah dalam kedua tuduhan tersebut, Kamis (7/12/2017), waktu setempat

Setelah putusan tersebut, Laney Sweet, janda Shaver, menolak berkomentar kepada wartawan.

Pengacaranya, Mark Geragos, mengatakan kepada USA Today bahwa pihaknya kecewa dengan putusan tersebut.

Dia menyebut penembakan itu sebuah "eksekusi". "Sistem peradilannya benar-benar gagal. Daniel (Shaver) dan keluarganya tidak mendapatkan keadilan," kata Geragos.

Pengacara Brailsford, Michael Piccarreta, mengatakan bahwa kliennya hanya memiliki sepersekian detik untuk membuat keputusan.

"Dia tidak ingin menyakiti Mr Shaver," kata Piccarreta seperti dilansir Daily News.

"Keadaan malam itu yang dipresentasikan membawanya untuk menyimpulkan bahwa dia dalam bahaya. Cobalah membuat keputusan dalam satu detik, hidup atau mati. Ini sangat sulit. "

Hanya saja, banyak yang menilai aneh terkait “eksekusi” tersebut.

Seorang pensiunan polisi mengatakan, menyuruh tersangka merangkak adalah prosedur yang sembrono.

Semestinya, seorang tersangka disuruh tiarap sambil meletakkan tangan di belakang kepala, sehingga polisi bisa mengamankannya.

“Merangkak membuat senjata Anda hanya akan mengarah pada titik mematikan. Ini bernar-benar aneh,” kata pensiunan polisi yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

Lihat videonya:

 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved