Bawangnya Hanya Ditawar Rp 4.000/Kg, Petani Ini Pilih Bunuh Diri. Begini Kisahnya
Umiyatun (25), istri korban, menuturkan beberapa hari terakhir sang suami memang sering mengeluhkan harga jual bawang.
TRIBUNBATAM.id - Suasana sedih kesedihan masih melingkupi rumah duka tempat tinggal almarhum Sarwono (34) di Desa Gempolsongo RT 3 RW 1, Mijen, Demak, Jawa Tengah, Senin (11/12/2017) siang.
Para pelayat masih berdatangan ke rumah ini menyampaikan belasungkawa.
Sehari sebelumnya, jasad petani bawang merah itu ditemukan mengambang di sekitar Jembatan Sungai Bengkal yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kampungnya.
Baca: NGERI! 16 Besar Liga Champions. Chelsea vs Barcelona, Ronaldo Adu Kuat dengan Neymar
Baca: Pelakor Makin Merajalela dan Posting Foto Syur Berduaan. Istri Sah Melawannya dengan Cara Begini
Baca: Kasus Pembacokan Terkait Lahan di Tanjungbuntung, Lima Orang Diperiksa, Belum Ada Tersangka
Jenazah Sarwono kali pertama ditemukan seorang warga yang tengah memancing.
Kontan penemuan itu membuat geger masyarakat Kecamatan Mijen.
Warga kemudian melaporkannya ke kepolisian dan puskesmas setempat.
Korban diketahui bernama Sarwono (34) warga Desa Gempolsongo RT 3 RW 1 Mijen Demak Jawa Tengah.
Saat pemeriksaan fisik oleh petugas medis, tak ditemukan tanda penganiayaan atau bekas kekerasan di tubuh almarhum.
Keluarga korban pun menolak proses autopsi.
Tersiar kabar bahwa Sarwono mengakhiri hidupnya karena harga jual bawang yang rendah.
Benarkah dugaan tersebut?
Umiyatun (25), istri korban, menuturkan beberapa hari terakhir sang suami memang sering mengeluhkan harga jual bawang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mayat_20170519_094621.jpg)