Inilah Sosok Mardiana, Kabid PPK Disdik Kepri yang Meninggal Saat Demo PMII Berlangsung
Kabar duka menyelimuti Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Kabid PPK Mardiana, dipanggil Yang Maha Kuasa untuk selamanya.
Penulis: Thom Limahekin |
TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG- Kabar duka menyelimuti Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.
Senin (18/12/2017), seorang pejabat Disdik tepatnya Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK) Mardiana, dipanggil Yang Maha Kuasa untuk selamanya.
Mariana meninggal setelah jatuh dan tidak sadarkan diri ketika unjuk rasa anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan sedang berlangsung di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, pagi tadi.
Baca: BREAKINGNEWS: (VIDEO) Saat PMII Demo, Kabid PPK Disdik Kepri Tiba-Tiba Tumbang dan Kini Meninggal
Saat unjuk rasa berlangsung, Mardiana duduk di sebuah pot bunga.
Tiba-tiba dia langsung tumbang dan tidak sadar.

Dia segera dibawa ke RSUP Kepri.
Saat Mardiana dibawa ke RSUP Kepri, mahasiswa tetap melancarkan unjuk rasa.
Mereka baru membubarkan diri setelah pihak kepolisian mengabarkan bahwa nyawa Mardiana tidak tertolong.
"Tolong adik-adik mahasiswa membubarkan diri. Karena ada informasi bahwa ibu itu sedang kritis," ungkap AKP Limin, Kasat Shabara kepada para mahasiswa.
Limin lalu menyuruh koordinator aksi unjuk rasa untuk berdoa bersama mahasiswa lainnya.
Setelah itu tiga koordinator aksi dibawa ke kantor Polres Tanjungpinang dengan menggunakan mobil polisi.
Informasi seputar kondisi Mardiana sempat simpang siur.
Awalnya ada yang mengatakan wanita itu sedang kritis.
Namun, tidak lama setelah itu, sejumlah pegawai Disdik Keprimemastikan Mardiana sudah meninggal dunia.

Polisi langsung bergegas mencari tahu sebab-musabah kematian Mardiana.
Mereka mencari informasi dari sejumlah staf Disdik Kepri.
"Jadi, ibu itu meninggal bukan karena aksi unjuk rasa ini. Dia jatuh sendiri lalu pingsan," kata seorang anggota polisi.
Anggota polisi itu menceritakan, saat aksi unjuk rasa berlangsung, Mardiana duduk di atas pot bunga.
Pot itu berjarak sekitar beberapa meter dari mahasiswa yang berunjuk rasa.
Tiba-tiba wanita itu tumbang. Dia lalu tidak sadar dan digotong ke dalam kantor Disdik Kepri. Dia kemudian dilarikan ke RSUP Kepri.
Soal untuk rasa itu sendiri, Jasma selaku Ketua Umum PMII Tanjungpinang-Bintan mengatakan pihaknya mengajukan tuntan aksi.
Mereka mermasalahkanan beasiswa dari Disdik Kepri terkait nama penerima yang tumpang tindih dan tempat tinggal si penerima yang tidak berada di Tanjungpinang, melainkan di Semarang, Pontianak, dan daerah lain.
Dia menuntut Kepala Disdik Kepri Arifin Nasir, pihaknya masih menyelidikan permasalahan tersebut.
Dalam aksi ini, Jasma dan kawan-kawan menderita luka.
Jasman mengakui, mereka dipukul oleh aparat yang berjaga. Untuk kasus pemukulan ini, Jasma mengaku akan membuat laporan. (*)