Tak Hanya Anji Manji, 6 Penyanyi Terkenal Ini Juga Pernah Ikut Indonesia Idol, Tapi Tidak Menang

Ada sejumlah penyanyi lain yang mengalami nasib serupa. Setidaknya 6 nama berikut ini cukup familiar di telinga Anda

Tak Hanya Anji Manji, 6 Penyanyi Terkenal Ini Juga Pernah Ikut Indonesia Idol, Tapi Tidak Menang
Vidi Aldiano,Tata Janeeta, dan Afgan 

Mungkin banyak yang baru mengenal Tata saat dirinya tergabung dalam Mahadewi.

Padahal, sebelumnya Tata sempat lolos hingga ke babak 24 besar Indonesian Idol musim kedua.

Gagal di Indonesian Idol, Tata kembali mencoba peruntungannya di audisi 'Obsesi Dewa 19 Mencari Dewi Dewi'.

Tata berhasil memenangkan acara itu pada Februari 2007 dan hingga kini suara khasnya begitu dikenal masyarakat Indonesia.

Melalui video yang diunggah akun Youtube Indonesian Idol, Tata menceritakan pengalamannya selama mengikuti ajang pencarian bakat itu.

"Di (Indonesian) Idol saya pernah belajar caranya bangkit dari kegagalan, dan belajar meraih mimpi saya sendiri, bukan dari mimpi orang lain," kata Tata.

"Bersaing dengan puluhan ribu orang yang ikut audisi, dapat golden ticket, itu kemenangan yang paling indah. Rasanya amazing," lanjutnya.

6. Vidi Aldiano

Sepertinya sudah banyak yang tahu bahwa pria bernama lengkap Oxavia Aldiano ini pernah mengikuti audisi Indonesian Idol.

Bagaimana tidak, video dirinya yang membawakan lagu 'Pada Satu Cinta' milik Glenn Fredly saat audisi itu sudah sering ditonton warganet.

Kini Vidi menjadi penyanyi solo pria yang telah menelurkan empat album beserta satu album mini.

Pesan Manji

Melalui akun Instagram pribadinya, Anji menceritakan kisah kegagalannya itu beserta foto dirinya di tahun 2004.

Dokumentasi Anji saat mengikuti audisi Indonesian Idol yang pertama pada 2004 lalu
Dokumentasi Anji saat mengikuti audisi Indonesian Idol yang pertama pada 2004 lalu (DOK.PRIBADI/INSTAGRAM)

Berikut cerita Anji dalam unggahannya.

"MOTIVASI BUAT ORANG-ORANG GAGAL. Iya, itu saya, Indonesian Idol yang gagal di tahun 2004.
.
Cobain ajang Indonesian Idol, atau kontes nyanyi lainnya, buat mengasah keberanianmu berkompetisi juga bagaimana kemampuanmu dipandang orang lain (dalam hal ini, Juri).
Pasti banyak pelajaran dari komentar-komentar mereka, karena mereka adalah orang-orang hebat. Gak harus selalu komentar bagus.

Komentar pedas ataupun kritik, juga bisa membangun.

Waktu itu saya dibilang lebih cocok jadi Penyanyi dalam sebuah Band, daripada Solois.
Penyelenggaraan pertama, Indonesian Idol sepertinya mencari pemenang yang suaranya memang festival sekali. Yang menang Joy dan Delon.

DAN BENAR.

Saya bersama Drive, band saya dulu, berhasil.

Walaupun sekarang saya sudah solo kembali, yang jelas prediksi Juri tepat. Sekarang kan cara saya berpakaian dan nyanyi juga sudah berbeda.
.
Balik lagi... Ikutilah ajang/kontes menyanyi.

Kalau lolos/menang, cakep.
Kalau kalah, bukan berarti jelek.

Cari jalan lain. Gak usah menggerutu dan bilang Kontestan lain lolos/menang karena rekayasa atau apapun. Sudah lah, jangan jadi orang yang alih-alih meningkatkan performa diri sendiri, malah nyalahin orang lain untuk ketidakberhasilannya.
.
Saya bukan Motivator, yang memotivasi orang lain dengan kalimat-kalimat dan teori-teori bagus.

Saya mau jadi Inspirator, yang menginspirasi orang melalui cerita yang sudah saya lalui.
Cerita kegagalan yang jadi pelajaran.
.
Dulu saya adalah Penyanyi yang (tampaknya) gagal.

Sekarang saya adalah Penyanyi dengan pendapatan tertinggi dari digital.
.
SOMBONG?

Mungkin iya.

Tapi itulah pencapaian yang sudah SAYA & TIM dapatkan.
.
Selamat berusaha di 2018,
Teman-teman yang (pernah) gagal.

SIKAT!" (*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved