Mappalette Bola, Tradisi Unik Pindah Rumah Suku Bugis. Ramai-Ramai Gotong Rumah ke Tempat Baru
Biasanya,pindah rumah adalah memindahkan barang-barang ke rumah baru. Tapi bagi Suku Bugis, pindah rumah berarti rumah lama digotong ke tempat baru.
TRIBUNBATAM.ID- Biasanya saat orang akan pindah rumah mereka akan disibukkan dengan mengemasi barang untuk memindahkannya ke rumah yang baru dari rumah lama.
Kegiatan tersebut tidak terjadi pada masyarakat suku Bugis di Provinsi Sulawesi Selatan.
Ya, mereka memiliki tradisi sendiri dalam pindahan rumah dengan benar-benar memindahkan rumah yang sebenarnya.
Tradisi ini disebut Mappalette Bola.
Kebanyakan rumah orang suku bugis sebagian besar adalah rumah kayu berbentuk panggung.
Baca: BREAKINGNEWS: Pembeli HP Deli Cinta Diamankan Polsek Batuaji. Harganya Murah Jadi Saya Beli
Baca: PENYESALAN Tak Terkira dari Eno. Gegara Beli HP Dirinya Ikut Dipenjara
Tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga kampung untuk membantu memindahkan rumah ke lokasi yang baru.
Perabot rumah tangga seperti lemari, barang pecah belah, sebelumnya akan dikeluarkan dari rumah guna menghindari kerusakan saat proses pemindahan rumah.
Ada dua teknik pemindahan rumah, jika lokasi yang baru tidak jauh dari tempat semula, rumah hanya akan didorong setelah bagian bawah rumah dipasangi roda/ban.
Namun jika lokasi yang baru ternyata jauh mereka akan bergotong royong mengangkat rumah bersama.
Sebelumnya bagian rumah akan dipasangi bambu sebagai pegangan warga untuk mengangkatnya.
Proses pengangkatan dan pemindahan rumah umumnya dipimpin oleh seorang ketua adat untuk memberi aba-aba dan mengarahkan warga.
Sebelum prosesi dimulai doa juga dipanjatkan bersama agar berjalan lancar dan sesuai harapan.
Prosesi ini hanya dilakukan kaum laki-laki, sedangkan para ibu-ibu bertugas menyiapkan makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tradisi-mappalette-bola-pindah-rumah-suku-bugis_20171230_153953.jpg)