Dingin Menusuk, Pemilik Restoran di Singapura Ini Berkeliling Membagikan Selimut pada Pramuwisma
Melihat seorang pria tua di Chinatown menggigil saat mencoba tidur, Mr Francis Ng, seorang pemilik restoran di Singapura, langsung terenyuh.
TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Wilayah Singapura, Batam dan sebagian Malaysia dilanda dingin yang menusuk dalam tiga hari terakhir.
Hal ini disebabkan oleh angin monsun yang membuat cuaca bisa mencapai 22-24 derajat.
Sementara banyak yang tidur dengan nyaman di rumah dalam cuaca yang dingin ini, beberapa orang menghabiskan malam di jalanan dengan menggigil.
Mereka adalah para pramuwisma yang umumnya tidur di emperan toko.
Baca: Cuaca Singapura Turun Dratis, Lebih Dingin dan Curah Hujan Tinggi. Ternyata Ini Penyebabnya
Baca: Batam, Singapura dan Malaysia Sama-Sama Hadapi Musim Dingin karena Monsun. Kapan akan Berakhir?
Baca: DINGINNYA Batam Seperti Puncak dan Maninjau, Bentar Lagi Turun Salju!
Baca: DINGIN! Air di Rumah Warga Batam Kayak Air Kulkas. Cuaca Bikin Malas Keluar Rumah
Melihat seorang pria tua di Chinatown menggigil saat mencoba tidur, Mr Francis Ng, seorang pemilik restoran di Singapura, langsung terenyuh.
Dalam beberapa hari terakhir, ia membagi-bagikan selimut kepada mereka yang tidur di jalanan, seperti di Tiong Bahru, Redhill dan Toa Payoh.
Francis, seperti dilansir The Straits Times, setidak nya sudah membagikan sekitar 100 selimut yang dibelinya.
Selimut-selimut itu bahkan diasebarkannya sendiri malam hingga pagi hari.
Pada Sabtu (13/1/2018) dini hari, The Straits Times mengikuti pria 44 tahun ini dalam misi solonya untuk berbuat baik.
Dalam waktu sekitar satu jam, dia sudah membagikan sembilan selimut di Chinatown, kebanyakan pria tua yang tidak memiliki tempat tinggal.
Beberapa di antaranya tidur di bangku dan kursi atau beralas karton di lantai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bagi-selimut_20180113_201112.jpg)