Pesut Mahakam Ditemukan Mati Mengapung di Sungai. Populasi Mamalia Langka Ini Terus Berkurang
Bangkai tersebut ditemukan pertama kali oleh Nurdiansyah, warga Samarinda yang tergabung kelompok masyarakat pengawas Mahkota Sejahtera
TRIBUNBATAM.id, SAMARINDA - Seekor pesut ditemukan mati di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Kecamatan Angga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (5/2/2018).
Bangkai tersebut ditemukan pertama kali oleh Nurdiansyah, warga Samarinda yang tergabung kelompok masyarakat pengawas Mahkota Sejahtera wilayah Delta Mahakam.
Ketika ditemukan, bangkai tersebut sudah membusuk dan diperkirakan sudah mati antara 5 sampai 6 hari lalu.
Baca: Mahasiswi Nyambi Ayam Kampus: Tolak Bayaran Rp 10 Juta, Jika Tak Mau Pakai Pelindung
Baca: Masih Ingat Pesulap Pak Tarno? Lama Tak Muncul, Pak Tarno Muncul dengan Kabar Menyedihkan!
Baca: KISAH TAK BIASA: Pembunuh Ini Datangi Polisi Sambil Bawa Mayat Wanita yang Dibunuhnya Pakai Mobil
Nurdiansyah kemudian melaporkan penemuan bangkai pesut tersebut ke Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK RASI).
Peneliti YK RASI, Daniella, mengatakan, ketika mendapat laporan, pihaknya langsung menuju lokasi penemuan bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, untuk memastikan bahwa yang mati adalah pesut Mahakam.
“Kemarin, kami harus ke lapangan dengan BKSDA dan memastikan laporan kematian pesut tersebut. Bangkai itu pertama kali ditemukan oleh Pak Dian dan langsung dilaporkan ke kami,” katanya (6/2/2018).
Daniella menuturkan, setelah memastikan bangkai tersebut adalah bangkai, pihaknya langsung memeriksa penyebab kematiannya. Diperkirakan, pesut tersebut masih berusia remaja dan mati karena terjerat jaring nelayan.
“ Pesut yang mati usianya masih remaja, dugaannya mati karena jaring. Keterangan Pak Dian juga mengatakan, pertama kali ada jaring yang melilit di tubuh bangkai tersebut,” tuturnya.
Rencananya, lanjut dia, kerangka bangkai pesut tersebut akan diawetkan oleh BKSDA untuk kebutuhan penelitian, sedangkan bangkainya akan ditenggelamkan ke sungai.
“BKSDA mungkin akan awetkan kerangka untuk pendidikan dan penelitian,” katanya.
Hampir punah
Seperti dilansir dari Wikipedia, Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang hampir punah karena berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal sekitar 50 ekor saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bangkai-pesut-mahakam-ketika-ditemukan-dalam-keadaan-busuk_20180206_142117.jpg)