Perayaan Imlek 2018
MENILIK Imlek ala Warga Keturunan Tionghoa Miskin 'Cina Benteng' di Tangerang. Ternyata tak Ada. . .
Keturunan Tionghoa di kawasan Tangerang dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Rata-rata mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi.
TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA- Keturunan Tionghoa di kawasan Tangerang dikenal dengan sebutan Cina Benteng.
Mereka tinggal di sepanjang pinggiran kali Cisadane. Banyak dari mereka yang hidup dalam kemiskinan. Bagaimana mereka merayakan Imlek?
Tan Cang In tengah membersihkan sebuah kuburan di pemakaman Cina Rawa Kucing, di Kampung Sewan, Tangerang.
Sejak berhenti bekerja sebagai buruh pabrik puluhan tahun lalu, dia menjaga sekitar 20 makam.
"Kalau masalah bayaran saya tergantung orangnya, dia kasih gede milik saya, dia kasih kecil ya milik saya juga," ujar Cang In.
Baca: Hujan Saat Imlek Simbol Keberkahan? Begini Penjelasan Pengamat Budaya Tionghoa!
Baca: Imlek 2569! Inilah 3 Shio Paling Hoki di Tahun Anjing Tanah Ini! Simak Baik-baik!

Keluarga Cang In. Foto: BBC Indonesia
Dia mengaku mendapatkan paling banyak Rp 3 juta per tahunnya untuk menjaga dan membersihkan puluhan makam.
Penghasilan itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Karena itu, Cang In juga berjualan penganan kecil.
Cang in memiliki tiga anak, dua anak laki-lakinya berusia 30 dan 25 tahun, sedangkan anak bungsunya masih kelas dua SMP.
Dia mengaku mendapatkan bantuan dari sebuah organisasi keagamaan, untuk biaya sekolah anak-anaknya.
"Pengennya sih terus dibantu sampai selesai gitu sekolahnya," harap dia.
Baca: Perayaan Imlek Dimeriahkan Pertunjukan Nusantara, Rudi dan Lukita Yakin Batam Kembali Gairah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/keluarga-agus-cina-benteng-di-tangerang_20180216_103514.jpg)