AKSI BURUH DI BATAM
Ini Alasan Buruh Memperjuangan Upah Minimum Sektoral Ditetapkan Pemerintah Kota Batam
"Kami buruh tetap akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak kami,"kata Orator saat berhenti di Simpang Base Camp, Selasa siang
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah kejadian buruh yang meninggal di galangan di Batam namun mereka menerima gaji dengan upah rendah, menjadi alasan buruh memperjuangan agar Upah Minimum Sektoral ditetapkan pemerintah.
Buruh dalam orasinya menuntut pemerintah segera menetapkan UMS sesuai kondisi ekonomi saat ini.
"Kami buruh tetap akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak kami,"kata Orator saat berhenti di Simpang Base Camp, Selasa siang.
Baca: Video Detik-detik Terjadi Ledakan Diduga di Universe Cafe Pukul 09.19 WIB
Baca: Karyawan Ngaku Saat Datang Cafe Universe Sudah Berantakan: Kami Disuruh Bos Membersihkan
Baca: 4 Info Lowongan Kerja Hari Ini. Tiga di Batam, Satu untuk Ditempatkan di Tanjunguban
Suardi, seorang buruh dari Muka Kuning yang ikut dalam unjuk rasa itu mengatakan selama ini gaji yang mereka terima di perusahaan masih jauh dari kesejahteraan karyawan.
"Gaji yang kita terima di perusahaan di Muka Kuning rata-rata dibawa UMK. Untuk mengelabui karyawan, pihak perusahaan menyatukan upah dengan uang makan, uang kehadiran sehingga totalnya sebesar UMK kota Batam,"kata Suardi.
Dia mengatakan saat ini dengan tidak adanya lembur di perusahaan, karyawan hanya menerima sesuai UMK setiap bulannya.
"Ini yang kita perjuangkan, kami hanya minta apa yang menjadi hak kami,"kata Suardi.(Ian)
* Baca berita terkait di Harian TRIBUNBATAM edisi Rabu, 14 Maret 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/aksi-buruh-di-depan-kantor-disnaker-kota-batam-selasa-1332018_20180313_141656.jpg)