Jumat, 5 Juni 2026

AKSI BURUH DI BATAM

Ini Alasan Buruh Memperjuangan Upah Minimum Sektoral Ditetapkan Pemerintah Kota Batam

"Kami buruh tetap akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak kami,"kata Orator saat berhenti di Simpang Base Camp, Selasa siang

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Aksi Buruh di depan Kantor Disnaker Kota Batam, Selasa (13/3/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah kejadian buruh yang meninggal di galangan di Batam namun mereka menerima gaji dengan upah rendah, menjadi alasan buruh memperjuangan agar Upah Minimum Sektoral ditetapkan pemerintah.

Buruh dalam orasinya menuntut pemerintah segera menetapkan UMS sesuai kondisi ekonomi saat ini.

"Kami buruh tetap akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak kami,"kata Orator saat berhenti di Simpang Base Camp, Selasa siang.

Baca: Video Detik-detik Terjadi Ledakan Diduga di Universe Cafe Pukul 09.19 WIB

Baca: Karyawan Ngaku Saat Datang Cafe Universe Sudah Berantakan: Kami Disuruh Bos Membersihkan

Baca: 4 Info Lowongan Kerja Hari Ini. Tiga di Batam, Satu untuk Ditempatkan di Tanjunguban

Suardi, seorang buruh dari Muka Kuning yang ikut dalam unjuk rasa itu mengatakan selama ini gaji yang mereka terima di perusahaan masih jauh dari kesejahteraan karyawan.

"Gaji yang kita terima di perusahaan di Muka Kuning rata-rata dibawa UMK. Untuk mengelabui karyawan, pihak perusahaan menyatukan upah dengan uang makan, uang kehadiran sehingga totalnya sebesar UMK kota Batam,"kata Suardi.

Dia mengatakan saat ini dengan tidak adanya lembur di perusahaan, karyawan hanya menerima sesuai UMK setiap bulannya.

"Ini yang kita perjuangkan, kami hanya minta apa yang menjadi hak kami,"kata Suardi.(Ian)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUNBATAM edisi Rabu, 14 Maret 2018

Tags
buruh
UMK
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved