Uang Venezuela Langka, Kota Ini Terbitkan Sendiri Mata Uangnya Demi Roda Ekonomi
Di tengah kelangkaan uang tunai di Venezuela, sebuah kota di bagian barat negeri itu mulai menerbitkan mata uangnya sendiri.
Transaksi uang tunai warga Venezuela telah dibatasi 10.000 bolivar per orang per hari, yang setara dengan kurang dari lima sen AS di pasar gelap.
Di pasar gelap, Elorza senilai 2 miliar bolivar yang dijual pemerintah lokal setara dengan sekitar Rp123juta.
Warga dan pendatang bisa membeli Elorza lewat transfer bank atau membayar dengan kartu debit di kantor walikota, sehingga tak perlu membawa berbundel-bundel bolivar.
Uang kembali
Pemerintah lokal mengambil komisi sebesar 8 persen tapi berkata mereka akan menawarkan pembayaran kembali untuk Elorza yang tidak terpakai.
Pedagang bisa membawa pendapatan mereka dalam Elorza ke kantor walikota pada akhir hari kerja, dan bolivar dengan nilai yang setara akan ditransfer ke akun bank mereka.
Elorza bukan kota pertama di Venezuela yang terpikir untuk mencetak uangnya sendiri.
Pada Desember, warga daerah El Panal di Caracas menerbitkan uang kertas bernama panale, yang dapat ditukarkan dengan beras yang ditanam di daerah tersebut.
Pengkritik pemerintah Presiden Nicolas Maduro menyalahkan kebijakan kontrol mata uang yang digulirkan Presiden Hugo Chavez 15 tahun lalu sebagai penyebab hiperinflasi parah di Venezuela.
Namun pemerintah mengatakan perang ekonomi yang dilancarkan negara-negara "imperialis" terhadap Venezuela serta para pengusaha jahat di negara Amerika Selatan tersebut patut disalahkan, selain penyelundupan mata uang ke negara tetangga, Kolombia. (bbc indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/elorza-diterbitkan-oleh-walikota-dan-bisa-dibeli-lewat-transfer-bank_20180320_141442.jpg)