Luhut Bawa Investasi Rp 310 Triliun dari Cina, Ekonom Peringatkan Hati-Hati dengan Kepentingannya
Luhut Binsar Panjaitan meneken kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Cina senilai 23,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 310 triliun.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Indonesia terus memperluas kerja sama dengan Cina.
Rombongan pemerintah yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan meneken berbagai perjanjian kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Cina pada Jumat (13/4/2018) senilai 23,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 310 triliun.
Luhut menyatakan Indonesia dan Cina menyepakati dua nota kesepahaman (MoU), yakni pengembangan mobil listrik dan pengembangan Tanah Kuning Mangkupadi Industrial Park di Kalimantan Utara.
Selanjutnya, ada lima kontrak kerja sama yang telah ditandatangani.
Kontrak pertama, pengembangan proyek hydropower di Kayan, Kalimantan Utara senilai 2 miliar dolar AS.
Kedua, pengembangan industri konversi dimethyl ethercoal menjadi gas senilai 700 juta dolar AS.
Ketiga, perjanjian joint venture untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air di Sungai Kayan, Kalimantan Utara senilai 17,8 miliar dolar AS.
Baca: Patung Kaisar Cina Seberat 6 Ton Rubuh, Kepalanya Hancur. Ada yang Mengejutkan di Bagian Dalamnya
Baca: INSPIRASI dari Cina: Tak Hanya Angkut Penumpang, Taksi Disulap Jadi Toko Berjalan
Baca: Tak Tanggung-tanggung, Cina Kenakan Tarif Impor 128 Jenis Produk AS termasuk Buah dan Daging
Keempat, joint venture pengembangan pembangkit listrik di Bali senilai 1,6 miliar dolar AS.
Kelima, pengembangan smelter baja senilai 1,2 miliar dolar AS.
“Kami ingin melihat terus terjalinnya kerja sama antar investor dari kedua negara, tidak hanya antar pemerintah saja," kata Luhut pada keterangan tertulisnya Sabtu (14/4/2018).
Selain itu Luhut juga mendorong kerja sama pada empat sektor investasi senilai 51,93 miliar dollar AS atau sekitar Rp 690 triliun.
Peluang tersebut, pertama adalah pembangunan infrastruktur, Kuala Namu Aerocity dan pengembangan kawasan industri di Sumatera Utara.