ALASAN Mahathir Menggebu-gebu Ingin Berkuasa Lagi bahkan Rela Berjanji Ini pada Musuh Bebuyutannya

Apa gerangan yang begitu membuat politisi gaek, Mahathir Mohammad, menggebu-gebu ingin berkuasa lagi Malaysia?

istimewa
Spanduk Mahathir Mohammad dan Anwar Ibrahim 

TRIBUNBATAM.id- Kembalinya Mantan Perdana Menteri Malaysia yang paling lama berkuasa, Mahathir Mohammad, ke kancah politik dan bertanding memperebutkan kursi kekuasaan dalam pemilihan Perdana Menteri Malaysia yang digelar hari ini, Rabu (9/5/2018), masih menyisahkan tanda tanya.

Apa gerangan yang begitu membuat politisi gaek, 92 tahun itu menggebu-gebu ingin berkuasa lagi Malaysia.

Langkah-langkah politis pun sudah ditempuh untuk memenangkan pertarungan hari ini oleh Mahathir. 

Dikutip dari BBC Indonesia, jika sebelumnya Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri mewakili Partai UMNO, komponen utama di dalam koalisi yang memerintah sejak kemerdekaan Malaysia, Barisan Nasional, kali ini ia ditunjuk untuk mewakili kubu oposisi Pakatan Harapan.

Setelah berkuasa selama 22 tahun, Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 2003 dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya ketika itu, Abdullah Ahmad Badawi.

Namun selama tahun-tahun belakangan Mahathir masuk lagi ke dunia politik karena penentangannya terhadap Perdana Menteri, Najib Razak, yang terlibat dalam skandal keuangan miliaran dolar.

Baca: HARI Ini Pemilu Malaysia, Ada Janji Pembebasan Pajak bagi Kaum Muda dari Najib Razak

Baca: Pemilu Malaysia - Pemilih Melayu Banyak Tinggalkan Barisan Nasional, Mahathir Berkuasa Lagi?

Keputusan untuk menetapkan Mahathir sebagai calon perdana menteri diambil dalam pertemuan para petinggi kubu oposisi di Shah Alam, Minggu (7/1/2018) lalu.

Koalisi oposisi Pakatan Harapan terdiri dari empat partai, Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Mahathir Mohamad, Partai Keadilan Rakyat di bawah komando Wan Azizah Wan Ismail - istri mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Partai DAP dan Amanah.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan negara tercinta," kata Mahathir ketika menerima penetapannya sebagai calon perdana menteri.

"Tidak mudah bagi partai-partai yang sebelumnya menjadi musuh saya untuk menerima saya, tetapi mereka sadar akan pentingnya meruntuhkan pemerintahan yang sekarang," tambahnya.

Dulu musuh, kini berkoalisi

Partai Keadilan Rakyat dengan tokoh utama Anwar Ibrahim merupakan musuh politik Mahathir Mohamad namun sekarang mereka sudah rujuk.

Bahkan Mahathir sudah sepakat mengupayakan pembebasan Anwar Ibrahim dari penjara dalam kasus sodomi.

Mahathir di masa pemerintahannya dan bahkan setelah pensiun pun juga memusuhi partai kiri-tengah DAP.

Presiden Partai Keadilan Rakyat, Wan Azizah Wan Ismail, ditetapkan sebagai calon wakil perdana menteri.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved