Pemilu dan Pilpres 2019

Survei: PDIP Masih Berkuasa, Namun Gatot Nurmantyo Bisa Angkat Suara Sejumlah Partai

Elektabilitas PDI Perjuangan, menurut Ardian, mencapai 21,7 persen dan 60 persen pemilih memang karena faktor pencalonan Joko Widodo.

Survei: PDIP Masih Berkuasa, Namun Gatot Nurmantyo Bisa Angkat Suara Sejumlah Partai
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). 

Survei LSI Denny JA dilakukan 28 April hingga 5 Mei lalu menggunakan metode sampling multistage random bafi 1.200 responden.

Gatut Pengatrol

Bagaimana dengan elektabilitas partai lain?

Sepertinya, isu poros ketiga harus menjadi petimbangan sejumlah partai karena hal ini diyakini bisa mendongkrak suara partai.

Ardian juga menyebutkan, suara tiga partai bisa meroket tajam jika mengusung mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Ke tiga partai itu adalah Partai Demokrat, PKB dan Gerindra.

Partai Demokrat paling tinggi terdongkrak suaranya jika mengusung Gatot sebagai capres, yakni hampir tiga kali lipat.

Demokrat akan mendapat limpahan elektabilitas 10,70 persen dari 5,80 persen menjadi 16,50 persen jika mencalonkan Gatot.

Sedangkan PKB terdongkrak naik dari 6,20 persen menjadi 15,80 persen. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini memperoleh bonus elektoral sebesar 9,60 persen.

Bahkan, limpahan elektoral juga bakal diperoleh Gerindra jika mencalonkan Gatot dari 14,7 persen menjadi 19,80 persen atau naik 5,10 persen.

Hanya saja hasil ini memang sedikit anomali.

Ardian tidak menjelaskan apakah basis pemilih Gerindra justru lebih menyukai Gatot ketimbang Prabowo.

Pasalnya, 14,7 persen pemilih Gerindra justru karena terasosiasi kuat dengan sosok Prabowo.

Selain itu, dari beberapa survei sebelumnya, elektabilitas Gatot juga masih jauh di bawah Jokowi dan Prabowo.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved