Rabu, 22 April 2026

INILAH Bukit Nirbaya, Tempat Eksekusi Mati Napi Pulau Hantu. Hanya Lahan Kosong tapi Bikin Merinding

Terpidana lain yang meregang nyawa di Nirbaya adalah pelaku kasus bom Bali, Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron.

intisari online
Salah satu sudut di Nusakambangan 

Bangunannya telah hancur dan tersisa puing-puing yang menebarkan kesan sunyi dan ngeri sekaligus.

Petugas lapas Nusakambangan bercanda di sebuah warung makan di sela aktivitasnya bekerja, baru-baru ini.
Petugas lapas Nusakambangan bercanda di sebuah warung makan di sela aktivitasnya bekerja, baru-baru ini. (tribunjateng/tim lipsus)

Meski seseorang datang ke tempat ini tanpa tahu bahwa lokasi eksekusi mati di Nusakambangan dilakukan di lokasi ini, tetap saja mereka akan merinding takut.

Kalau tidak terdapat bangunan, lalu bagaimana para narapidana dihukum mati di tempat ini?

Biasanya, eksekusi dilakukan pada tengah malam dengan tiang kayu yang telah disiapkan terpancang di tengah pekarangan kosong itu.

Dengan diiringi deburan ombak Samudera Hindia, timah panas akan diluncurkan tepat pada jantung tahanan itu.

Baca: MERINDING! Kisah Horor Petugas Nusakambangan, Sering Digituin Noni Belanda Sampai Celana Basah

Baca: Macan Tutul Jawa Ternyata Masih Ada di Pulau Nusakambangan. Rekaman Ini Membuktikannya

Setelah itu semua kembali sunyi menanti menit-menit menegangkan hingga si tahanan benar-benar tak bergerak lagi.

Eksekusi pertama

Eksekusi paling awal yang dilakukan di Nirbaya terjadi pada tahun 1985 dan 1987.

Terpidana lain yang meregang nyawa di Nirbaya adalah pelaku kasus bom Bali, Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron.

Terpidana kasus narkotika di jaringan Bali Nine juga dilakukan di lokasi ini.

Bagi warga di sekitar Pulau Nusakambangan, hampir setiap sudut pulau ini mengeluarkan aura negatif.

Bahkan, warga juga percaya hal mistis mengenai banyaknya makhluk halus yang menghuni Nusakambangan, khususnya di bukit Nirbaya.

Namun, warga juga mengaku telah terbiasa mengenai pelaksanaan hukuman mati di Nirbaya.

Mereka juga tidak pernah menjelajahi sampai ke lokasi itu karena dianggap terlalu berbahaya dan menyeramkan. (intisari online)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved