Geram Lihat Aksi Bom Bunuh Diri Teroris, Anggota Banser Berlatih Ilmu Kebal Ledakan Bom

Mereka geram dan menyatakan siap untuk membantu polisi dalam menghadang terorisme

Geram Lihat Aksi Bom Bunuh Diri Teroris, Anggota Banser Berlatih Ilmu Kebal Ledakan Bom
Facebook Riyanto
Anggota Banser NU Riyanto yang gugur saat menyelamatkan jemaat gereja dari ledakan bom 

TRIBUNBATAM.ID - Ghirah warga NU (Nahdlatul Ulama) di berbagai daerah untuk melawan gerakan teroris cukup tinggi.

Mereka geram dan menyatakan siap untuk membantu polisi dalam menghadang terorisme.

Bahkan kesiapan Ansor Cabang Kencong, Jember, Jawa Timur, sudah pada tahap persiapan menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu ledakan bom.

Hal itu terlihat dari puluhan anggota Banser Kencong yang melakukan ijazah dan penggemblengan kebal bom di Aula Kantor PCNU Kencong, Rabu (16/5).

Baca: Pasukan Khusus yang Pernah Dipimpin Duet Luhut-Prabowo Bergerak Memburu Teroris

Baca: Tangis Risma Pecah Ketika Ditanya Tentang Anak-anak yang Ikut Orangtuanya Melakukan Aksi Teror

Baca: Waduh, Hanya 2 Wilayah di Indonesia Ini yang Belum Dimasuki ISIS! Mana Saja?

“Kami memang antisipasi sedemikian rupa, karena teror bom bukan tidak mungkin akan terjadi berbagai daerah, termasuk Kencong. Kami harus jaga-jaga,” tukas Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Muhammad Yasin Yusuf Ghazali kepada NU Online di sela-sela penggemblengan.

Menurutnya, dari sejarah perjalanan ilmu kanuragan para tokoh NU, begitu banyak kesaktian yang muncul manakala menghadapi keadaan darurat.

Sehingga bukan hal yang aneh jika ada anggota Banser atau warga NU yang memiliki kesaktian saat membela kebenaran.

“Orang kebal, punya keahlian khusus, di NU sudah biasa. Itu semua adalah ilmunya Allah,” jelasnya.

Sebanyak 50 anggota Banser digembleng oleh Kiai Imam Ghazali.

Tokoh NU asal Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember itu memang dikenal punya keahlian dalam soal kesaktian.

Selain diijazah secara langsung, peserta juga diberi amalan yang wajib dibaca selama 11 hari setiap selesai shalat lima waktu.

Selama itu pula, peserta tidak boleh makan daging dari hewan yang bernyawa.  (aryudi abdul razaq/muiz/nu.or.id)

Editor:
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved