Sabtu, 11 April 2026

Australia Habiskan Rp50 Miliar Bangun Pagar Anti-Kucing Terpanjang di Dunia

Pagar antikucing terpanjang di dunia pun dibangun di bagian tengah Australia dengan panjang 44 km.

WAYNE LAWLER/AUSTRALIAN WILDLIFE CONSERVANCY
Pagar listrik sepanjang 44 km melindungi kawasan suaka satwa liar, dan akan mencegah masuknya hama kucing, rubah dan kelinci. 

TRIBUNBATAM.id- Kucing liar merupakan ancaman besar bagi hewan-hewan asli di Australia.

Sebab itu di sebuah wilayah di Australia ingin menghentikan ulah mereka dan secara fisik menghadang mereka.

Pagar antikucing terpanjang di dunia pun dibangun di bagian tengah Australia untuk membantu membawa spesies-spesies yang terancam punah kembali ke kawasan tersebut.

Pagar listrik sepanjang 44 km melindungi kawasan suaka satwa liar, dan akan mencegah masuknya hama kucing, rubah dan kelinci.

Ini merupakan bagian dari upaya 'meliarkan kembali' alam di sana untuk meningkatkan populasi satwa asli.

Hewan seperti mala, sejenis walabi kecil, akan diliarkan kembali ke zona bebas kucing seluas 9.400 hektare di suaka satwa liar Newhaven, 350 km barat laut Alice Springs.

Baca: Pengadilan Australia Buktikan Uskup Paling Senior di Dunia Menutup-nutupi Kasus Pencabulan Anak

Baca: Bawa Sabu 1,1 Kg, Nenek Asal Australia Divonis Hukuman Mati. Ada Kisah Asmara di Baliknya

"Di area itu terdapat sekitar 50 atau 60 kucing liar, dan mereka memangsa lebih dari 70.000 hewan asli di sana sepanjang tahun," kata kepala eksekutif suaka itu, Atticus Fleming kepada BBC.

"Pagar ini merupakan salah satu infrastruktur konservasi terpenting di Australia."

Mala, sejenis walabi kecil, yang terancam punah dan akan diliarkan kembali ke zona bebas kucing seluas 9.400 hektare di suaka satwa liar Newhaven, Australia tengah. Foto: WAYNE LAWLER/AUSTRALIAN WILDLIFE CONSERVANCY

Populasi mamalia

Zona berpagar tersebut sekarang menjadi kawasan bebas kucing terbesar di Australia.

Kucing-kucing liar itu ditemukan di 99,8 persen wilayah Australia.

Para jagawana dan petugas khusus ditempatkan di suaka tersebut untuk membasmi semua predator sebelum akhir tahun.

Nantinya, mulai tahun 2019, mereka akan meliarkan kembali lebih dari 10 spesies yang terancam punah di sana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved