Issei Sagawa yang Membunuh Lantas Memakan Temannya, namun Terbebas dari Jerat Hukum

Di usia muda, Sagawa tertarik dengan perjalanan keliling dunia dan pindah ke Paris, Prancis.

Issei Sagawa yang Membunuh Lantas Memakan Temannya, namun Terbebas dari Jerat Hukum
All That Is Interesting
Cerita kanibalisme Issei Sagawa. 

Ia mengklaim, terkejut dengan rasa daging manusia yang lunak dan tidak berbau, seperti ikan tuna.

Sagawa mengatakan, ia menyerang Renee karena kesehatan dan kecantikan temannya, dua kualitas yang tidak ia miliki. Segawa ingin menyerap energi Ranee.

Baca: MENGHARUKAN. Ini Janji Pangeran William Pada Mendiang Lady Diana Jika Kelak Jadi Raja Inggris

Ayahnya yang kaya raya, menyewakan seorang pengacara untuk membela Sagawa yang secara hukum akhirnya dinyatakan gila dan dirawat di rumah sakit jiwa di Perancis.

Sementara dalam perawatan, Issei Sagawa diwawancarai oleh penulis Inuhiko Yomota, yang menerbitkan laporan pembunuhan, bernama In the Fog.

Buku itu membantu mendorong Sagawa menjadi selebriti kecil di Jepang.

Namun, publisitas itu tidak diinginkan di Prancis, dan mendorong keputusan otoritas untuk membuatnya diekstradisi ke Jepang.

Setibanya di Jepang, Sagawa diberi konseling psikologis dan dokter memutuskan ia menjadi waras tetapi "jahat."

Karena alasan ini, pemerintah Jepang memutuskan tidak lagi memiliki hak untuk menahan Issei Sagawa.

Sagawa keluar dari institusi mental pada 12 Agustus 1986, dan sejak itu menjadi lelaki bebas.

Saat ini, Sagawa tinggal di Tokyo dan bekerja sebagai pembicara dan komentator publik paruh waktu.

Ia juga menulis ulasan untuk majalah Jepang dan bekerja sebagai seniman.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved