Kamis, 7 Mei 2026

Menilik Penganut Agama Yahudi di Indonesia, Hanya Ada Satu Sinagoga di Tanah Air

Sampai saat ini hanya ada satu sinagoga (rumah ibadah Yahudi) di Indonesia yaitu di Sulawesi Utara.

Tayang:
EVA ARUPERES
Sinagoga Shaar Hashamayim di Tondano Barat Sulawesi Utara 

TRIBUNBATAM.id- Indonesia dengan mayoritas warganya pemeluk agama Islam, tetap memiliki keberagaman agama dan kepercayaan yang berbeda-beda di dalamnya.

Tidak hanya agama Kristen, Budha, Hindu, Kong Huchu, dan aliran kepercayaan, bahkan, penganut agama Yahudi juga ada di Indonesia.

Mengutip dari BBC Indonesia, Yudaisme ada di Indonesia sudah sejak jaman Belanda.

Namun, sampai saat ini hanya ada satu sinagoga (rumah ibadah Yahudi) di Indonesia yaitu di Sulawesi Utara.

Berikut cerita tentang komunitas Yahudi di Indonesia yang dikutip dari BBC Indonesia, Selasa (5/6/2018).

Di dalam Sinagoga Shaar Hashamayim di Tondano Barat Sulawesi Utara pada Sabtu siang pertengahan Desember lalu, tampak satu keluarga, sepasang suami istri dan seorang anaknya, tengah beribadah.

Ibadah Sabat di Sinagoga kali ini hanya diikuti oleh empat orang; Rabbi Yaakov Baruch yang memimpin ibadah, dan Manuel Sadonda bersama istri dan seorang anaknya.

Mereka duduk terpisah, karena tempat duduk perempuan dan laki-laki batasi dengan menggunakan sebuah "sekat" atau pembatas.

Sinagoga Shaar Hashamayim di Tondano Barat Sulawesi Utara. Foto via BBC Indonesia

Dalam beberapa doa yang dipanjatkan, Rabbi dan Manuel terlihat menggunakan Tallit, kain ibadah yang dipakai orang Yahudi.

Usai ibadah, dilanjutkan dengan perjamuan yaitu minum anggur yang dilakukan di ruangan berbeda.

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Organisasi Rahasia Yahudi Pernah Racuni Ribuan Orang Jerman untuk Balas Dendam

Baca: GEGARA Beberkan Soal Lingerie Putri Diana dan Ratu Elizabeth, Vendor Milik Yahudi Ini Ditendang

Yaakov mengatakan ibadah Yahudi lebih banyak dilakukan di rumah, sedangkan setiap hari Sabtu, ibadah dapat dilakukan di Sinagoga beratap merah yang didirikan sejak 13 tahun.

"Dalam ibadah hari Sabat, sangat dibutuhkan minyan yaitu kuorum dari 10 orang laki-laki dewasa. Tanpa minyan, tak semua doa bisa dipanjatkan. Ini seperti kewajiban. Minimal ada 10 laki-laki Yahudi dewasa, baru beberapa doa bisa dibaca secara sempurna," ujar Yaakov kepada wartawan di Manado Eva Aruperes.

Sejak berdiri pada 2004 lalu, Sinagoga Shaar Hashamayim dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat yang mayoritas beragama Kristen.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved