Selama 350 Tahun, Spanyol dan Perancis Kuasai Pulau Ini Secara Bergantian Enam Bulan Sekali
Di tengah sungai Bidasoa yang membelah Perancis dan Spanyol, terdapat sebuah pulau yang penguasaannya bergantian di antara kedua negara.
TRIBUNBATAM.id- Pengusaan atas wilayah perbatasan, kerap menimbulkan konflik sejumlah negara.
Bahkan, perebutan wilayah perbatasan selalu menjadi salah satu sumber utama konflik bersenjata sepanjang sejarah dunia.
Bahkan tak jarang ambisi sebuah negara memperluas wilayah memicu konflik bersenjata global misalnya Perang Dunia II atau Perang Teluk I.
Namun, tak semua perebutan wilayah berujung pertumpahan darah.
Apa yang dilakukan Spanyol dan Perancis ini mungkin bisa menjadi contoh terbaik cara menyelesaikan konflik bersenjata.
Di tengah sungai Bidasoa yang membelah Perancis dan Spanyol, terdapat sebuah pulau tak berpenghuni bernama Pulau Pheasant.
Baca: Didakwa 4 Tuduhan, Najib Wajib Bayar Jaminan Rp 3,5 Miliar. Kasusnya Disidangkan Lagi Tahun Depan
Baca: VIDEO Evakuasi Bayi yang Disimpan di Kulkas Pengasuhnya, Terbungkus Plastik dan Berpakaian Lengkap
Baca: Sempat Viral karena Dilaporkan Diculik, Bayi 5 Bulan Ini Ditemukan Tewas di Dalam Kulkas Pengasuhnya
Akibat lokasinya yang berada di tengah-tengahsungai maka kedua negara sama-sama mengklaim pulau seluas 6.820 meter persegi itu sebagai wulayahnya.
Nah, untuk menghindarkan konflik lebih besar, kedua negara sepakat untuk saling bertukar kepemilikan pulau itu setiap enam bulan sekali.
Pada akhir Januari lalu, Perancis menyerahkan pulau itu kepada Spanyol yang akan menjadi pemilik untuk setengah tahun ke depan.
Dan cara ini sudah berlangsung selama 350 tahun.
Sebenarnya, tak ada apa-apa di pulau kosong itu kecuali sebuah monumen tua untuk memperingati peristiwa bersejarah pada 1659.
Selama tiga bulan, Perancis dan Spanyol berunding untuk mengakhiri perang panjang yang sudah berlangsung selama 30 tahun.
Namun, pulau di tengah sungai ini yang baik oleh Perancis dan Spanyol dianggap sebagai wilayah alami mereka.
Saat pembicaraan berlangsung, jembatan kayu dibuat khusus menuju pulau itu dari sisi Perancis dan Spanyol, sementara di ujung jembatan tentara kedua negara tetap bersiaga.
Akhirnya Perjanjian Pyrenees diteken, perbatasan ditetapkan, dan Pulau Pheasant sejak itu diputuskan menjadi milik bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pulau-pheasant-dilihat-dari-udara-dikuasai-prancis-dan-spanyol-bergantian_20180704_130525.jpg)