Teknik Uitemate, Cara Mengambang di Atas Air Seperti Daun
Peristiwa tersebut seharusnya membuat kita sadar tentang pentingnya mempelajari teknik bertahan hidup di air.
TRIBUNBATAM.id - Kapal penumpang KM Sinar Bangun tenggelam di kawasan perairan Danau Toba di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018).
Peristiwa tersebut seharusnya membuat kita sadar tentang pentingnya mempelajari teknik bertahan hidup di air.
Salah satunya melalui Uitemate, teknik mengapung sederhana untuk bertahan sambil menunggu bala bantuan datang telah menyelamatkan banyak nyawa.
Baca: 15 Fakta Kapal KM Lestari yang Kandas di Selayar. Sudah Berusia 30 Tahun dan Sudah 3 Kali Rusak
Baca: Satu Unit Mobil Sedan Terbakar di Jalur Depan Sukajadi Selasa Malam. Diduga Ini Penyebabnya
Baca: Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2018. Diawali Laga Uruguay vs Perancis
"Uitemate" berarti “mengambang dan menunggu” adalah teknik yang dicetuskan Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka, Jepang.
Pada 11 Maret 2011, murid-murid sekolah dasar di Higashi-Matsushima, Perfektur Miyagi, harus dievakuasi ke dalam gimnasium beberapa saat setelah gempa berlangsung.
Beberapa guru dan murid terperangkap di dalam gimnasium dengan air yang mulai meninggi karena tsunami, namun mereka selamat karena pernah mempelajari teknik uitemate.
Teknik ini Professor Saito promosikan semenjak 2000 dan telah diajarkan di sekolah dasar seluruh Jepang.
Teknik ini mulai populer di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Dalam banyak kasus, seseorang yang terjebak di air mencoba memosisikan kepalanya berada di atas permukaan.
Sementara seluruh tubuhnya akan tenggelam dengan harapan dapat melambaikan tangan dan meminta bantuan.
Sehebat-hebatnya seseorang berenang, mengambang di perairan dalam secara vertikal dengan kaki yang terus dikepakkan selama belasan jam, lama kelamaan pasti akan kelelahan kemudian tenggelam jika tidak segera mendapat pertolongan.
Uitemate memungkinkan kita untuk tetap bernapas dan sangat menghemat energi kita.
“Jangan paksa dirimu untuk berenang, cukup mengambang seperti daun di air” ungkap Yuji Tamura, associate professor di Tokyo University. “Ini metode yang sangat sederhana,” tambah dia.
Berikut adalah penjabaran tekniknya secara sederhana.
1. Tetap tenang dan jangan panik. Semakin panik, makin cepat tenggelam.
2. Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki.