Data Pribadi PM Singapore Paling Getol Dicari Peretas, Ini Tanggapan Lee Hsien Loong
SingHealth adalah jaringan pelayanan kesehatan terbesar di Singapura, termasuk rumah sakit terbesar, Singapore General Hospital (SGH)
Hingga saat ini belum diketahui motif pencurian data tersebut dan tidak disebutkan lokasi pelaku yang melakukan serangan siber.
Perdana Menteri Lee Hsien Loong langsung mengeluarkan pernyataan melalui akun Facebook-nya, Jumat.
PM Lee memberi jaminan bahwa tidak ada yang mengkhawatirkan terkait pencurian data tersebut, termasuk data-data pribadinya.
Dalam posting Facebook, Lee mencatat bahwa para penyerang menargetkan data medisnya "secara khusus dan berulang-ulang".
"Saya tidak tahu apa yang diinginkan para penyerang. Mungkin mereka mencari rahasia negara atau sesuatu untuk mempermalukan saya," tulisnya.
"Kalau begitu, mereka pasti kecewa. Data medis saya bukanlah sesuatu yang biasanya saya ceritakan kepada orang-orang, tetapi tidak ada yang mengkhawatirkan di dalamnya."
Lee mengatakan, SingHealth telah memintanya untuk memindahkan catatan pribadinya dalam bentuk hard copy terpisah untuk alasan keamanan.
Namun Lee tetap meminta untuk dimasukkan dalam database sehingga memungkinkan dokter untuk bekerja lebih efektif dan tepat waktu.
"Saya yakin SingHealth akan melakukan yang terbaik untuk melindungi informasi medis saya, seperti yang dilakukan untuk semua pasien lain dalam database," katanya.
Namun Lee menambahkan bahwa ia juga tahu bahwa database itu pada satu saat akan diserang. Sayangnya hal itu terjadi sekarang, katanya.
Lee menekankan bahwa dia telah memerintahkan Cyber Security Agency of Singapore dan Smart Nation dan Digital Government Group (SNDGG) untuk bekerja dengan Kementerian Kesehatan untuk memperketat pertahanan dan proses siber di seluruh tempat.
Komite Penyelidikan tingkat tinggi juga akan bersidang untuk sampai ke dasar masalah, dipimpin oleh mantan hakim distrik, Richard Magnus.
"Ini akan menjadi usaha tanpa henti," kata Lee. "Mereka yang mencoba masuk ke sistem data kami sangat trampil. Mereka memiliki sumber daya yang sangat besar, dan tidak pernah menyerah untuk mencoba."
Dia mencatat bahwa sistem pemerintah diserang ribuan kali sehari, dan pihaknya selalu mencegah setiap serangan agar tidak berhasil.
"Jika kami menemukan pelanggaran, kami harus segera memperbaikinya, memperbaiki sistem kami, dan memberi tahu orang-orang yang terkena dampak," kata Lee.
"Ini yang kita lakukan dalam kasus ini. Kita tidak bisa kembali ke catatan dan arsip kertas. Kita harus maju, untuk membangun negara yang pintar, tetapi juga aman," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pm-singapura_20161113_211014.jpg)