Harga Minyak Dunia Anjlok, Terendah Selama 2 Tahun Terakhir
Penurunan harga minyak karena kekhawatiran pasokan setelah produksi OPEC mencapai tertinggi 2018 pada Juli.
TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Harga minyak jatuh pada Selasa waktu AS atau Rabu pagi WIB.
Harga tersebut menutup penurunan bulanan terbesar dalam dua tahun.
Penurunan harga minyak karena kekhawatiran pasokan setelah produksi OPEC mencapai tertinggi 2018 pada Juli.
Hal itu juga membayangi laporan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok mungkin membuka kembali pembicaraan perdagangan yang dapat meningkatkan permintaan.
Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 1,34 dolar AS menjadi menetap di 74,21 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Kontrak September yang berakhir pada Selasa (31/7/2018) ditutup pada 74,25 dolar AS.
Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, merosot 1,37 dollar AS menjadi menetap di 68,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Brent kehilangan lebih dari enam persen pada Juli, sementara minyak mentah AS merosot sekitar tujuh persen, penurunan bulanan terbesar untuk kedua acuan tersebut sejak Juli 2016.
Baca: Harga Minyak akan Segera Naik Tinggi? Ternyata Tanda-Tandanya Sudah di Depan Mata
Baca: 35 Tahun Dilarang, Mengapa Kini Bioskop di Arab Saudi Dibuka Lagi? Ternyata Terkait Harga Minyak
Harga minyak memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan pasca-penyelesaian, dengan minyak mentah AS pada 68,32 dolar AS per barel, setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah domestik naik 5,6 juta barel pekan lalu.
Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan stok turun 2,8 juta barel.
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada Rabu waktu setempat.
Tanda-tanda bahwa gangguan pasokan di Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah dapat diselesaikan, telah menekan harga minyak selama sesi perdagangan, kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.
Kelompok Houthi Yaman mengatakan pihaknya siap untuk secara sepihak menghentikan serangan di Laut Merah guna mendukung upaya-upaya perdamaian.
Arab Saudi menangguhkan pengiriman minyak melalui selat minggu lalu setelah Huthi menyerang dua kapal tanker minyak Saudi.
OPEC dan Rusia genjot produksi Rusia dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkatkan produksi pada Juli, menurut survei produksi Reuters pada Senin (30/7/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pekerja-perminyakan_20170810_081521.jpg)