Selasa, 21 April 2026

Kejuaraan Dunia 2018. Kalah di Semifinal, Wakil Indonesia Habis! Greysia Polii Minta Maaf

Ganda putri terbaik Indonesia ini, yang ditempatkan sebagai unggulan ke-5, dijegal pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/ Wakana Nagahara

Editor: Mairi Nandarson
TWITTER/BADMINTON INDONESIA
Ganda Putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu 

TRIBUNBATAM.id, NANJING -  Pupuslah harapan Indonesia meraih satu gelar pada turnamen Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing Youth Olympic Stadium, China.

Satu-satunya harapan Merah-putih, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, gagal ke final.

Ganda putri terbaik Indonesia ini, yang ditempatkan sebagai unggulan kelima, dijegal pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Baca: MotoGP Ceko 2018 - Dani Pedrosa Tercepat di Free Practice 2. Pebalap Malaysia Tembus 5 Besar

Baca: Live Streaming Persib vs Sriwijaya FC. Kick Off Jam 15.30 WIB Sabtu Sore Ini

Baca: Kejuaraan Dunia 2018 - Della/Rizki Juga Tersungkur, Greysa/Apriyani Dikurung Jepang

Dalam laga semifinal berdurasi 52 menit, Sabtu (4/8/2018), Greysia/Apriyani kalah dua gim langsung 12-21, 21-23 dari unggulan ke-11 tersebut.

Artinya, Indonesia gagal merealisasikan target minimal meraih satu gelar dalam ajang ini.

Para pemain andalan, termasuk ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, lebih dulu tersingkir pada babak perempat final.

Tahun lalu, Indonesia meraih satu gelar melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Kali ini, pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut tidak ambil bagian karena mereka fokus menghadapi Asian Games yang mulai bergulir 18 Agustus di Jakarta-Palembang.

Kemenangan Matsumoto/Nagahara membuat Jepang dipastikan meraih gelar sektor ganda putri.

Pasalnya, pada laga lain mempertemukan sesama wakil mereka di mana Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto, yang merupakan unggulan keempat, bertemu unggulan kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Dua pasangan yang disebutkan terakhir ini lolos ke semifinal setelah mengalahkan ganda putri Indonesia pada perempat final.

Fukushima/Hirota menang 21-17, 21-15 atas Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Tanaka/Yonemoto menang 17-21, 21-12, 21-15 atas Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Minta maaf

Gresya Polii melaluui akun resmi Badminton Indonesia menyampaikan permintaan maaf atas kegagalannya itu.

"Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri. Kami coba untuk introspeksi kekurangan kami, jadi juara memang harus melewati banyak tahap," kata Greysia Polii yang dikutip akun tersebut.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved